Pelatihan Astrowisata Starbath dan Eksplorasi Potensi Daya Tarik Wisata dan Geologi dalam PKM Kolaborasi ITERA dan ITB di Pulau Sabu dan Raijua

Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sumatra (ITERA) menjalin kerjasama  dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) (Astrowisata dan Explorarasi Daya Tarik Wisata yang ada di pulau Sabu dan Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Astrowisata merupakan suatu kegiatan yang menggabungkan antara Pariwisata dengan Astronomi. “Astrowisata memanfaatkan fenomena langit sebagai suatu kegiatan wisata. Salah satu kegiatan Astrowisata yang akan dilakukan di pulau Sabu dan Raijua adalah Starbath”. Starbath merupakan kegiatan dimana wisatawan dapat berbaring disuatu tempat yang gelap sambil melihat bintang dan benda-beda langit.

Kegiatan kolaborasi yang sangat dinantikan antara Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) telah dimulai dengan kedatangan mereka di Pulau Sabu pada hari Selasa, tanggal 30 April 2024. Kedatangan hangat perwakilan tim Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sumatra (ITERA) disambut oleh Bupati Kabupaten Sabu dan Raijua, Drs. Nikodemus N. Rihi Heke, M.Si.

Setelah sambutan hangat dari Bapak Bupati, perwakilan tim ITERA dan ITB melanjutkan kegiatan dengan mengadakan rapat bersama perwakilan dari Dinas Pariwisata setempat di Taman Doa Skyber. Acara rapat ini dimulai pada pukul 13.00-15.00 WITA. Rapat ini dibuka oleh Bapak Dr. Chatief Kunjaya, Mc. Sc yang dengan antusias menyampaikan tujuan dan harapannya untuk mengembangkan astrowisata di Pulau Sabu dan Raijua.
Bapak Dr. Chatief Kunjaya, Mc. Sc mengungkapkan bahwa rencana pengembangan Astrowisata ini telah dimulai sejak tahun 2019 bersama dengan Bapak Drs. Zadrach Ledoufij Dupe, M.Si. Awalnya, Pulau Sabu dan Raijua dipilih karena memiliki potensi alam yang luar biasa, tetapi dikarenakan sulitnya akses menuju pulau ini sehingga menjadikan pulau lain yang memiliki akses yang bagus sebagai pulau tujuan. Namun, pada tahun 2024 ini, Pulau Sabu dan Raijua kembali menjadi fokus pengembangan, khususnya sebagai Geopark yang memiliki potensi tidak hanya dalam Astronomi dan Bahari tetapi juga Geologi.
Rapat ini dihadiri oleh tim dari ITERA dan ITB yaitu Bapak Asep Nurul Ajiid Mustofa, S.T., M.T. sebagai Kepala Program Studi Pariwisata dan perwakilan pariwisata, Ibu Valendya Rilansari S.P.W.K., M.P.W.K dari bidang Perencana Wilayah Kota (PWK), Ibu Happy Christin Natalia S.T., M.T. dari bidang Geologi, Bapak Angga Jati Widiatama, S.T., M.T. dari bidang Geologi dan Bapak Drs. Zadrach Ledoufij Dupe, M.Si. sebagai warga asli pulau Sabu dan Raijua serta dosen Sains dan Kepelanetan di ITERA.
Bapak Dr. Chatief Kunjaya, Mc. Sc memaparkan rencana kegiatan termasuk pelatihan dan koordinasi pada hari Rabu, 1 Mei 2024. Fokusnya adalah pembahasan potensi wisata dan konsep “Starbath” untuk menikmati keindahan langit malam. Selain itu, pembentukan instansi untuk mengatur polusi cahaya juga dibahas, dengan keterlibatan mahasiswa ITB dalam pengukuran dan pelatihan astrowisata.
Setelah pemaparan tersebut, terdapat penyampaian materi oleh Bapak Asep Nurul Ajiid Mustofa, S.T., M.T. beliau menjelaskan tentang pelatihan kepariwisataan dan pembentukan sistem pariwisata yang melibatkan masyarakat, terutama Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), untuk pengembangan destinasi wisata di Pulau Sabu dan Raijua.

Pada hari kedua kedatangan tim dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Rabu 1 Mei 2024, telah diadakan rapat di aula dekat kantor Bupati Sabu dan Raijua. Rapat yang diadakan di aula ini dimulai pada pukul 09.00–15.00 WITA. Rapat ini bertujuan untuk menggali potensi Astrowisata dan pengembangan Geopark di Pulau Sabo. Rapat dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama, diikuti oleh penyambutan dari Bapak Asisten Dinas Kepariwisataan. Dalam sambutannya, Bapak Asisten Dinas Kepariwisataan Sabu dan Raijua menyampaikan terkait permasalahan yang ada di Pulau Sabu. Pada awalnya masyarakat Sabu Raijua mengira bahwa kekeringan dan panas yang melanda pulau Sabu dan Raijua sebagai bencana, namun ternyata hal yang mereka kira adalah bencana adalah sebuah anugerah jika dikelola dengan baik.

Pada sesi awal setalah penyambutan dilakukan pemaparan tentang Astrowisata yang disampaikan oleh Bapak Dr. Chatief Kunjaya, Mc. Sc selaku dosen Astronomi dan perwakilan dari Institut Teknolgi Bandung (ITB). Pemaparan ini menyoroti potensi ekonomi dan kecocokan Pulau Sabu sebagai destinasi utama untuk melakukan kegiatan Astrowisata. Meskipun demikian, ditemukan kendala seperti akses yang sulit sehingga mempengaruhi pengembangan Astrowisata di daerah tersebut. Potensi Geopark Pulau Sabu juga dibahas, termasuk daya tarik alam dan budaya seperti Goa dan Pantai-pantai yang menawan. Tantangan seperti infrastruktur dan manajemen limbah perlu diatasi untuk pengembangan yang berkelanjutan.

Pada sesi selanjutnya adalah pemaparan materi mengenai kegiatan Starbath yang disampaikan oleh Bapak Dr. Fargiza Abdan Malikul Mulki, M.Si. selaku dosen dan perwakilan dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Pemaparan materi ini menyoroti tentang kegiatan dan tata cara melakukan Starbath. “Starbath merupakan kegiatan dimana kita dapat berbaring diatas dipan (kasur) sambil memandangi langit malam yang indah” Selain itu disampaikan juga mengenai manfaat dan tata cara melakukan kegiatan Starbath.

Sesi ketiga terdapat penyampaian materi yang disampaikan oleh Bapak Asep Nurul Ajiid Mustofa, S.T., M.T. selaku dosen dan Kepala Program Studi Pariwisata perwakilan dari Institut Teknolgi Sumatra (ITERA). Materi yang disampaikan menyoroti tentang “Peran dan Tugas POKDARWIS”. Dalam pemaparan materi Bapak Asep menjelaskan mengenai tugas dan peran POKDARWIS serta pelatihan TERRA. selain itu juga dipaparkan mengenai Rantai Pariwisata, Pola Prilaku Wisatawan, Karakteristik Wisatawan dan Hubungan antara Host dan Guest.

Materi terakhir merupakan yang disampaikan oleh Bapak Drs. Zadrach Ledoufij Dupe, M.Si. selaku dosen Sains Atmosfer Keplanetan dan perwakilan dari Institut Teknologi Sumatra. Beliau juga merupakan orang asli dari pulau Sabu. Dalam pemaparan materi yang disampaikan beliau, menyoroti dan membahas tentang “Pengaruh Cuaca dan Iklim terhadap kegiatan Astronomi, dengan penekanan pada kecocokan Pulau Sabu sebagai tempat pengamatan karena minimnya curah hujan.

Pada hari Kamis, 2 Mei 2024, tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sumatra (ITERA) mengadakan kegiatan pelatihan bersama dengan masyarakat asli Pulau Sabu Raijua (POKDARWIS). Kegiatan pelatihan ini berlangsung dari pukul 15.00 hingga 21.00 WITA. Pelatihan ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Pantai Rae Mea dan Pantai Napae.

Kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi mengenai bagaimana tata cara melakukan pelayanan (service) yang baik kepada wisatawan. Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dilatih tentang bagaimana cara menjadi “Tour Guide”. Mulai dari bagaimana cara menyambut tamu dari pintu masuk, cara tentang bagaimana sistem grooming yang baik, dan bagaimana cara memandu tamu agar tidak bosan selama melihat kondisi pantai. (Tentunya hal ini disesuaikan dengan ciri khas daerah Sabu. Selain hal tersebut para masyarakat (POKDARWIS) juga dilatih tentang bagaimana cara melakukan kegiatan starbath dan cara menggunakan aplikasi Setllarium untuk mengetahui jenis bintang apa yang dilihat. Kegiatan ini dilakukan dengan mendatangkan wisatawan asli yang sebelumnya sudah diorganisir untuk datang kepantai Rae Mea dan Pantai Napae.

Categories: Berita

Prodi Pariwisata ITERA melakukan kerjasama dengan Ethos Sinergi Indonesia terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Jumat, 26 April 2024 bertempat Luring (zoom meeting) telah dilakukan Rapat Koordinasi Kerjasama Prodi Pariwisata dengan Ethos Sinergi Indonesia (ESI). ESI merupakan PT yang bergerak pada bidang merupakan penyelenggara kegiatan seperti Outbound, Event Organizer, Gathering, Experiential Learning & Tourism, dan sebagainya. Perjanjian kerja sama lebih kepada tri dharma perguruan tinggi meliputi komponen Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan kepada pihak ESI.

Pihak pertama merupakan Arif Rohman, S.T., M.T. yang merupakan Dekan FTIK yang kali ini diwakilkan oleh Roy Candra P Sigalingging, M.Sc., Ph.D., dan pihak ESI merupakan Bapak M. Syaifullah. Ruang lingkup kerjasama mencakup praktisi mengajar, kuliah tamu, stadium generale, kerjasama bidang Pendidikan, program penelitian Bersama dan program pengabdian kepada Masyarakat. Perjanjian ini berlaku selama jangka waktu 5 (lima) tahun namun dapat terjadi pembatalan perjanjian bila dikehendaki kedua belah pihak.

Categories: Berita

Demi Meningkatkan Literasi Digital, Prodi Pariwisata ITERA Melakukan Kegiatan Kuliah Umum Terkait Virtual Tourism.

Jumat, 19 April 2024 – Kegiatan Peningkatan Literasi Pariwisata Digital Melalui Virtual Tourism dibuka oleh Dekan Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan ITERA yaitu Arif Rohman, S.T., M.T., beliau berharap dari kegiatan ini dapat memberikan insight terkait virtual tour yang merupakan sebuah inovasi yang menarik di bidang pariwisata, dan diharapkan dapat membuka peluang baru dalam mengenalkan destinasi wisata kepada masyarakat secara virtual.

Selanjutnya pemaparan materi kuliah umum disampaikan oleh Bapak Fauzan Kautsar selaku Product Development CV Bersukaria Tour. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan Virtual tour berkembang di era pandemi COVID-19 karena kebijakan pemerintah yang melarang kegiatan di luar ruangan, sehingga menjadi cara sederhana untuk menikmati wisata melalui layar kaca. Virtual tour dapat dibagi menjadi dua jenis: live location dan 360°. Pada live location, pemandu wisata berada langsung di tempat wisata yang diinginkan oleh wisatawan. Kelebihannya, wisatawan dapat melihat kondisi secara langsung tanpa diedit sedikitpun. Namun, kelemahannya adalah membutuhkan kualitas perangkat dan koneksi internet yang sangat baik, karena kualitas video sangat bergantung pada hal tersebut. Sedangkan pada jenis 360°, wisata didasarkan pada pemantauan 360° melalui internet. Kekurangannya, wisatawan tidak dapat merasakan pengalaman tur secara langsung. Namun, kelebihannya adalah tur akan lebih mudah berpindah dan melompat dari satu tempat wisata ke tempat wisata lain dengan cepat dan jarak yang lebih jauh.

    Pembuatan virtual tour harus dilakukan dengan memperhatikan tingkat realisme yang tinggi. Penjelasannya harus bersifat umum dan disampaikan dengan sangat perlahan. Kita bisa memulai dari bandara dan melanjutkan perjalanan langsung ke tempat wisata yang dituju. Virtual tour dapat dijalankan secara mandiri, di mana wisatawan dapat melakukan perjalanan virtual sendiri dengan mengakses contoh virtual tour museum Sumpah Pemuda di DKI Jakarta melalui situs web yang telah disediakan. Dalam virtual tour museum Sumpah Pemuda di DKI Jakarta, pengunjung akan diberikan penjelasan di beberapa spot yang akan memberikan pengalaman seperti mengunjungi museum secara langsung.

    Kemampuan storytelling dalam penyusunan virtual tour menjadi kunci dalam memberikan kepuasan kepada wisatawan, serta membuka akses ke destinasi yang sulit dijangkau, bahkan hingga ke luar angkasa.

    Categories: Berita

    Perayaan Awal Perjalanan Gemilang : DIES NATALIS Ke-1 Program Studi Pariwisata ITERA

    Kamis, 25 Januari 2024 – Dalam memperingati Dies Natalis Program Studi Pariwisata, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan yang pertama jatuh pada tanggal 13 Januari 2024, Keluarga Mahasiswa Pariwisata ITERA menyelenggarakan perayaan Dies Natalis pada tanggal 25 Januari 2024 dengan nama “ONEderful Anniversary”. Kata tersebut memiliki arti tersendiri seperti ONE adalah Pertama/Satu yang memiliki makna bahwa ini perayaan pertama dari Prodi Pariwisata, derful adalah potongan kata dari Wonderful yang memiliki arti Luar Biasa, dan Anniversary adalah Peringatan Tahunan. Dapat di artikan ONEderful Anniversary adalah Perayaan Pertama yang Luar Biasa.

    Perayaan ini dimulai dengan kegiatan jalan sehat yang dilakukan para dosen dan seluruh mahasiswa Prodi Pariwisata ITERA. Jalan sehat dimulai pada pukul 07.00 WIB dari Gedung F ITERA menuju Kebun Raya ITERA. Sesampainya di Kebun Raya ITERA, para peserta jalan sehat dipersilakan untuk beristirahat sejenak sebelum menuju ke acara selanjutnya yaitu senam bersama. Senam bersama dijalankan dengan penuh semangat yang dipandu oleh beberapa mahasiswa Prodi Pariwisata. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars ITERA menjadi agenda seluruh peserta acara. Setelah itu, ucapan selamat beserta sambutan hangat disampaikan oleh Wakil Dekan FTIK, Bapak Muhammad Ulin Nuha, S.T., M.Eng. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kaprodi Pariwisata ITERA Bapak Asep Nurul Ajiid Mustofa, S.T., M.T.

    Acara di lanjutkan dengan Pemotongan Tumpeng oleh Bapak Asep dan Bapak Ulin serta dosen lainnya. Sampailah di acara utama ONEderful Anniversary yaitu sesi “Cap Tangan and Make a Wish” Acara ini dilakukan dengan menorehkan aneka warna cat ke telapak tangan kemudian melakukan cap tangan di banner yang telah disediakan seraya mengucapkan harapan untuk Prodi Pariwisata ITERA kedepannya. kemudian diadakan sesi foto bersama seluruh peserta acara.

    Di penghujung acara, diadakan game tebak destinasi wisata yang dilakukan antar para dosen dengan para mahasiswa. Game ini sukses mencetus keseruan yang membangun kehangatan serta mempererat hubungan antar sesama para dosen dengan mahasiswa. Game selanjutnya yaitu estafet tepung yang dilakukan oleh para mahasiswa, Game ini dilakukan dengan membagi para mahasiswa menjadi 4 kelompok. Lomba lempar air dalam balon menjadi game terakhir yang dimainkan, game ini berlangsung dengan meriah yang diiringi oleh gelak tawa antar sesama peserta. Sehabis lomba dilakukan pembagian hadiah untuk para pemenang game serta pembagian doorprize untuk beberapa dosen dan mahasiswa. Acara ini ditutup dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Kaprodi Pariwisata ITERA, Bapak Asep Nurul Ajiid Mustofa, S.T., M.T. dan Bapak Fahmi Aziz, S.Si., M.Si.

    Categories: Berita

    Program Studi Pariwisata (ITERA) Menjadi Kampus Pertama dalam Membantu Perumusan Tata Kelola Desa Wisata Kelawi, Lampung Selatan.

    (Kamis/12 Oktober/2023)

    Agenda ini dimulai pada pukul (10.00 WIB) dengan dinyanyikannya lagu wajib Indonesia Raya secara bersama sama dan dibuka oleh Kepala Desa Kelawi, dilanjutkan sambutan dan sedikit pendahuluan tentang Tata Kelola Desa Wisata Kelawi oleh perwakilan dari Dinas Pariwisata Lampung Selatan yaitu Syaifuddin, S.E., M.I.P.

     “Pada kesempatan kali ini, ada sebuah kesepakatan untuk mengatur tentang keseluruhannya (tata kelola Desa Kelawi) oleh pihak pengurus desa, masyarakat, dan pihak lainnya yang ikut terlibat”, tutur Syaifuddin, S.E., M.I.P.

    Selanjutnya, pendahuluan materi dibuka oleh Rifqi Asy’ari, S.Par., M.Par. selaku Dosen Program Studi Pariwisata ITERA, yang membahas mengenai Tata Kelola Desa Wisata. Beliau mengatakan “Tujuannya di adakannya pelatihan tata kelola ini, dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran para stakeholder dalam pembangunan desa wisata.”

    Daya tarik yang ada di Minang Rua Desa Wisata Kelawi, Lampung Selatan meliputi pantai, air terjun dan fauna yang di jaga di area sekitar. Infrastruktur, akomodasi, dan amenitas yang ada di Minang Rua masih dalam tahap pembangunan. Materi selanjutnya disampaikan secara lengkap oleh Dosen Program Studi Pariwisata lainnya yaitu Surya Tri Esthi Wira Hutama, S.T., M.PWK. Adapun beberapa paparan beliau adalah sebagai berikut:

    “Terdapat beberapa faktor yang menjadi keberhasilan dari community based-tourism dalam pengembangan desa wisata adalah :

    1. Keunikan lokasi merupakan daya tarik utama. Loksi ini dapat berupa daya tarik fisik alam, sejarah dan budaya.

    2. Pelibatan masyarakat sebagai pelaku wisata utama.

    3. Fasilitasi Dana Berdasarkan Embrio Pelaku wisata.

    4. Tokoh Penggerak merupakan orang – orang yang memiliki peran besar dalam menggerakkan masyarakat.

    5. Link merupakan hubungan kemitraan yang terjalin dengan stakeholder penting yang memiliki andil dalam pengembangan desa wisata. Apabila semua faktor-faktor ini dapat terpenuhi makan akan tercapai keberhasilan dan keberlanjutan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat yang berada di daerah sekitar.”

    Menjelang akhir rangkaian acara pada pukul 11.40 WIB, Surya Tri Esthi Wira Hutama, S.T., M.PWK. memberikan sebuah mini games dalam perumusan beberapa faktor tata telola. Membentuk beberapa kelompok sesuai dengan bidang stakeholder pengembangan Desa Wisata Kelawi, lalu setiap anggota harus menyebutkan lima permasalahan yang menjadi prioritas penghambat dalam Tata Kelola Desa Kelawi dan berikan pula lima solusi prioritas tentang pembangunan desa wisata Kelawi, serta siapa saja yang terlibat dalam hal hal tersebut. Hal ini dimaksudkan, untuk menyatukan setiap komponen yang terlibat langsung dalam pembangunan Desa Wisata Kelawi. kemudian adanya diskusi oleh masing-masing kelompok lalu dibacakan oleh Surya Tri Esthi Wira Hutama, S.T., M.PWK. Setelah itu, setiap kelompok harus memberikan tulisan mengenai permasalahan penghambat tata kelola. Beberapa permasalahan yang ada tersebut akan dipaparkan oleh Surya Tri Esthi Wira Hutama, S.T., M.PWK. dan setiap kelompok diminta untuk memberikan tanggapan persetujuan dan tidak persetujuan dari hal hal yang di prioritaskan tersebut. Adapun hasil dari mini games ini yaitu munculnya indicator-indikator dalam perumusan tata kelola yaitu berupa peraturan desa yang meliputi masalah serta solusi sesuai dengan kesepakat Bersama seluruh peserta pelatihan ini yaitu seluruh stakeholder dalam pengembangan Desa Wisata Kelawi

    Dalam agenda pelatihan ini juga terdapat dua dosen Program Studi Pariwisata lainnya yang berperan sebagai fasilitator: Dessy Reza Saputri, S.Par., MM.Par. dan Agnes Tresia Silalahi, S.Par., M.Par. Agenda ini juga melibatkan empat mahasiswa Program Studi Pariwisata yaitu: Alysa Putri Maharani, Kayla Jessenia Efendi, M. Emir Rasya, Mohammad Ilham, dan Putri Ersa Maharani. Kegiatan diakhiri dengan diresmikannya perumusan peraturan Desa Wisata Kelawi, dan diadakannya sesi foto bersama.

    Categories: Berita

    Prodi Pariwisata ITERA melakukan Sosialisasi Visi, Misi dan Kurikulum kepada mahasiswa baru.

    Jumat, 18 Agustus 2023 bertempat di Lantai 2 ruangan 206, Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 ITERA, pemaparan penjelasan awal terkait program studi Pariwisata dilakukan oleh Asep Nurul Ajiid Mustofa, S.T., M.T. selaku Kaprodi. Baru berdiri di awal tahun 2023, diharapkan Prodi Pariwisata akan menciptakan sarjana pariwisata dengan beberapa keahlian yang akan mendukung perencanaan, pengembangan, dan pengelolaan pariwisata di Pulau Sumatera (tourism planning).

    Peran prodi Pariwisata berangkat dari beberapa potensi yang ada di Pulau Sumatera, dimana perguruan tinggi dengan Prodi Pariwisata yang bergerak di bidang tourism planning masih rendah (sedikit) sedangkan potensi pariwisata alam yang ada di Pulau Sumatera cukup melimpah. Tourism planning yang dirancang oleh prodi pariwisata akan berdampak pada pengembangan pariwisata yang juga memperhatikan asepek ekonomi, lingkungan, sosial, fisik dan budaya sehingga diperoleh manfaat secara berkelanjutan.

    “Menjadi Program Studi yang berorientasi pada teknologi secara berkelanjutan dan berdaya saing dalam aspek destinasi pariwisata sehingga mampu memberikan sumbangsih terhadap kepariwisataan wilayah Sumatera, Nasional, dan Global.”

    Pengenalan unit pengelola pariwisata yang daintaranya koordinator prodi, ketua KK, kurikulum, MBKM, dan Kerjasama, kemahasiswaan, humas, koordinator lab, GKMP, dan dosen lainnya. Selanjutnya, pengenalan logo “we say tourism” merupakan salah satu logo yang digunakan prodi pariwisata untuk kegiatan kuliah umum. Kegiatan kuliah umum adalah acara yang diadakan di lingkungan perguruan tinggi atau lembaga pendidikan tinggi yang bersifat terbuka untuk seluruh mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas. Acara ini sering kali melibatkan pembicara atau narasumber yang ahli di bidang tertentu, baik dari dalam institusi maupun dari luar, untuk memberikan ceramah, presentasi, atau diskusi mengenai topik-topik yang relevan dan menarik. Kegiatan kuliah umum bertujuan untuk memperluas wawasan, mendiskusikan isu-isu aktual, dan memfasilitasi pertukaran gagasan antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum. Ini adalah sarana penting dalam upaya pendidikan dan peningkatan pengetahuan di luar lingkungan kelas biasa.

    Dengan merancang perencanaan pariwisata yang holistik, termasuk mempertimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, sosial, fisik, dan budaya, dapat dihasilkan dampak positif yang berkelanjutan bagi pengembangan sektor pariwisata. Melalui pendekatan ini, potensi ekonomi daerah dapat ditingkatkan melalui pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan, sambil tetap menjaga integritas lingkungan alam, mendukung kesejahteraan masyarakat lokal, dan melestarikan warisan budaya. Perencanaan pariwisata yang berfokus pada manfaat jangka panjang dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan akan menjadi landasan untuk menciptakan industri pariwisata yang tidak hanya memberikan kepuasan kepada wisatawan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal serta mewujudkan harmoni antara manusia, budaya, dan alam.

    Categories: Berita

    Dalam Menyempurnakan Kurikulum, Program Studi Pariwisata Melakukan FGD Eksternal seperti Dinas Pemerintah, Asosiasi, Himpunan, Akademisi.

    Rabu, 10 Mei 2023 – bertempat di Lantai 4, Gedung Kuliah Umum (GKU) ITERA telah dilakukan FGD Visi, Misi dan Kurikulum Prodi Pariwisata yang dihadiri oleh berbagai pihak Dinas Pariwisata Kota/Kabupaten, Asosiasi, Himpunan maupun Akademisi kampus di Provinsi Lampung.

    Pembukaan kegiatan FGD ini dibuka oleh Rektor ITERA Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha (Rektor ITERA), beliau menyampaikan harapan yang besar “Lampung sebagai salah satu provinsi di Indonesia memiliki potensi alam dan budaya yang bisa dikembangkan sebagai objek wisata, semoga Program Studi Pariwisata dapat turut meningkatkan pengembangan pariwisata Provinsi Lampung kedepannya”.

    Acara selanjutnya yaitu pemaparan terkait materi FGD oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bapak Saluddin S.H., M.Si., beliau menyampaikan terkait peluang sarjana pariwisata dalam pembangunan pariwisata. Selanjutnya, sarjana pariwisata cukup dibutuhkan dalam penyerapan tenaga kerja di Lampung dan diharapkan dapat berkontribusi pada sisi infrastruktur dan destinasi yang selama ini dirasa kurang memenuhi.

    Beliau juga menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata menimbulkan efek ekonomi kepada masyarakat sekitar. Pariwisata dapat meningkatkan pendapatan devisa, menciptakan lapangan kerja, merangsang pertumbuhan industri pariwisata, oleh karena itu dapat memicu pertumbuhan ekonomi.

      Kemudian pemaparan materi dilanjutkan oleh Kaprodi Pariwisata Asep Nurul Ajiid Mustofa, S.T., M.T., beliau menyampaikan terkait visi, misi serta kurikulum Prodi Pariwisata. Kedepannya Prodi Pariwisata akan melakukan evaluasi dan monitoring terhadap kurikulum untuk memasukkan variabel asosiasi sebagai salah satu himpunan yang akan turut mensukseskan pengembangan prodi.

      Adi Susanto (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia dan DPD Astindo Lampung) memberikan masukan untuk membuat perhimpunan (asosiasi) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia dan DPD Astindo Lampung sebagai salah satu variable dalam penyusunan masukan-masukan pada prodi pariwisata bukan hanya dinas terkait. Diharapkan Prodi Pariwisata tidak hanya memiliki cita-cita menjadi ASN saja namun berperan aktif di kegiatan pariwisata yang sebenarnya.

        Acara ini ditutup dengan proses penandatanganan MoU Kerjasama antara dinas terkait, serta para Asosiasi, Himpunan, maupun Akademisi lainnya. Diharapkan dengan adanya kerjasama ini dapat memberikan kontribusi pada sektor Pariwisata khususnya merangsang pertumbuhan industri pariwisata, oleh karena itu dapat memicu pertumbuhan ekonomi.

        Categories: Berita

        Program Studi (Prodi) Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersama Backstagers Indonesia menggelar kuliah umum dalam rangka mengembangkan kepariwisataan daerah di Provinsi Lampung

        ITERA NEWS. Program Studi (Prodi) Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersama Backstagers Indonesia menggelar kuliah umum dalam rangka mengembangkan kepariwisataan daerah di Provinsi Lampung.  Kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung  Boby Irawan, dan Ketua Umum Backstagers Indonesia Sofyan Nasution di Gedung Kuliah Umum (GKU) Kampus ITERA pada Selasa, 28 Februari 2023.

        Dalam sambutannya, Rektor ITERA I Nyoman Pugeg Aryantha menyampaikan pentingnya peranan penting Backstagers Indonesia dimasa sekarang. Pada kesempatan itu juga  Rektor memperkenalkan Prodi Pariwisata  ITERA yang menurutnya hal tersebut akan membawa kebaikan di sektor pariwisata dan ekonomi bagi Provinsi Lampung. Rektor juga menegaskan jika Prodi Pariwisata ITERA bisa sukses dalam waktu singakat, dia akan memikirkan untuk membuka Prodi baru yaitu Program Studi Event Organizer (EO).

        “Jika Program Studi Pariwisata ITERA bisa sukses dalam waktu yang singkat , mungkin saya akan memikirkan untuk membuka prodi baru event organizer” tutur Rektor

        Pada kesempatannya, Kepala Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung  Boby Irawan memaparkan terkait peranan Pemerintah Daerah. Lebih lanjut Bobby menjelaskan terkait peran Pemerintah sebagai fasilitator sekaligus pemberi hak dan kewenangan  untuk mengatur, melakukan regulasi dan kebijakan dalam kepariwisataan Provinsi Lampung dalam peningkatan ekonomi daerah.

        Dalam sesi pemaparan materi, Ketua Umum Backstagers sebagai salah satu komunitas event terbesar di Indonesia mengatakan bahwa penyelenggaraan event setelah masa pandemi berakhir telah kembali ramai.  Menanggapi pembicara sebelumnya, Sofyan mengatakan bahwa Event Organizer (EO) sudah menjadi salah satu pilihan karir mahasiswa kedepannya sebagai upaya dalam pemulihan ekonomi daerah.  Sofyan berharap Backstagers Lampung dapat berkolaborasi  dengan berbagai stekholder untuk mewujudkan hal itu bersama.

        “Event Organizer (EO) sudah menjadi salah satu pilihan karir mahasiswa kedepannya sebagai upaya dalam pemulihan ekonomi daerah” tutur Sofyan

        Masih dalam kegiatan yang sama juga diselenggarakan pelantikan anggota DPD Backstagers Provinsi Lampung  yang diikuti penandatangan Nota kesepahaman (MoU) antara ITERA, STIT Tanggamus, dan Institut Bakti Nusantara terkait Tridharma Perguruan Tinggi.

        Categories: Berita