Prodi Pariwisata ITERA melakukan Sosialisasi Visi, Misi dan Kurikulum kepada mahasiswa baru.

Jumat, 18 Agustus 2023 bertempat di Lantai 2 ruangan 206, Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 ITERA, pemaparan penjelasan awal terkait program studi Pariwisata dilakukan oleh Asep Nurul Ajiid Mustofa, S.T., M.T. selaku Kaprodi. Baru berdiri di awal tahun 2023, diharapkan Prodi Pariwisata akan menciptakan sarjana pariwisata dengan beberapa keahlian yang akan mendukung perencanaan, pengembangan, dan pengelolaan pariwisata di Pulau Sumatera (tourism planning).

Peran prodi Pariwisata berangkat dari beberapa potensi yang ada di Pulau Sumatera, dimana perguruan tinggi dengan Prodi Pariwisata yang bergerak di bidang tourism planning masih rendah (sedikit) sedangkan potensi pariwisata alam yang ada di Pulau Sumatera cukup melimpah. Tourism planning yang dirancang oleh prodi pariwisata akan berdampak pada pengembangan pariwisata yang juga memperhatikan asepek ekonomi, lingkungan, sosial, fisik dan budaya sehingga diperoleh manfaat secara berkelanjutan.

“Menjadi Program Studi yang berorientasi pada teknologi secara berkelanjutan dan berdaya saing dalam aspek destinasi pariwisata sehingga mampu memberikan sumbangsih terhadap kepariwisataan wilayah Sumatera, Nasional, dan Global.”

Pengenalan unit pengelola pariwisata yang daintaranya koordinator prodi, ketua KK, kurikulum, MBKM, dan Kerjasama, kemahasiswaan, humas, koordinator lab, GKMP, dan dosen lainnya. Selanjutnya, pengenalan logo “we say tourism” merupakan salah satu logo yang digunakan prodi pariwisata untuk kegiatan kuliah umum. Kegiatan kuliah umum adalah acara yang diadakan di lingkungan perguruan tinggi atau lembaga pendidikan tinggi yang bersifat terbuka untuk seluruh mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas. Acara ini sering kali melibatkan pembicara atau narasumber yang ahli di bidang tertentu, baik dari dalam institusi maupun dari luar, untuk memberikan ceramah, presentasi, atau diskusi mengenai topik-topik yang relevan dan menarik. Kegiatan kuliah umum bertujuan untuk memperluas wawasan, mendiskusikan isu-isu aktual, dan memfasilitasi pertukaran gagasan antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum. Ini adalah sarana penting dalam upaya pendidikan dan peningkatan pengetahuan di luar lingkungan kelas biasa.

Dengan merancang perencanaan pariwisata yang holistik, termasuk mempertimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, sosial, fisik, dan budaya, dapat dihasilkan dampak positif yang berkelanjutan bagi pengembangan sektor pariwisata. Melalui pendekatan ini, potensi ekonomi daerah dapat ditingkatkan melalui pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan, sambil tetap menjaga integritas lingkungan alam, mendukung kesejahteraan masyarakat lokal, dan melestarikan warisan budaya. Perencanaan pariwisata yang berfokus pada manfaat jangka panjang dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan akan menjadi landasan untuk menciptakan industri pariwisata yang tidak hanya memberikan kepuasan kepada wisatawan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal serta mewujudkan harmoni antara manusia, budaya, dan alam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *