Dosen Pariwisata ITERA melakukan Pendampingan Lembah Suhita dalam menyusun Business Action Plan dengan PUM Netherlands dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung

24 Juni 2025, Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari kerjasama antara Lembah Suhita, Program Studi Pariwisata ITERA (sebagai bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat – PkM), PUM Netherlands, dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung. Tujuannya adalah untuk menyusun Business Action Plan  yang komprehensif dan terukur untuk pengembangan Lembah Suhita sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Pendampingan ini diharapkan dapat memberikan arah yang jelas dan strategi yang efektif bagi Lembah Suhita dalam meningkatkan daya saing, menarik wisatawan, dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi utama: diskusi internal mengenai keberlanjutan tata kelola (Hotel Kyriad) dan FGD serta audiensi dengan Dinas Pariwisata (Kantor Dinas Pariwisata).

Sesi ini diawali dengan sambutan dari perwakilan PUM Netherlands, yang menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan berkelanjutan dalam pengembangan usaha pariwisata. Diharapkan Business Action Plan yang dihasilkan dapat menjadi panduan bagi Lembah Suhita dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada di industri pariwisata. Ibu Isnina selaku pemilik/pengelola Lembah Suhita menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh PUM Netherlands, Dinas Pariwisata, dan Program Studi Pariwisata ITERA. Beliau menekankan komitmen Lembah Suhita untuk mengembangkan pariwisata yang bertanggung jawab, menjaga kelestarian lingkungan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Sesi II diawali dengan sambutan hangat dari Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bapak Bobby Irawan, S.E., M.Si. Beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif Lembah Suhita dalam mengembangkan potensi wisata di wilayah Lampung dan menyatakan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Selanjutnya, Dosen Pariwisata ITERA, Surya Tri Esthi Wira Hutama, S.T, M.PWK, memaparkan hasil diskusi internal mengenai keberlanjutan tata kelola di Lembah Suhita dan rencana pelaksanaan FGD multi stakeholder pada tanggal 25 Juni 2025. Beliau menjelaskan bahwa FGD ini bertujuan untuk melibatkan berbagai pihak terkait dalam merumuskan rekomendasi untuk Business Action Plan Lembah Suhita.

Bobby Irawan menyambut baik rencana pelaksanaan FGD multi stakeholder dan menawarkan dukungan dari Dinas Pariwisata dalam memfasilitasi kegiatan tersebut. Beliau juga menyampaikan beberapa masukan mengenai pentingnya melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan dan pengembangan pariwisata, serta menjaga kelestarian lingkungan dan nilai-nilai budaya lokal. Diskusi kemudian difokuskan pada upaya rekognisi Lembah Suhita sebagai daya tarik wisata yang berfokus pada wellness tourism, wisata minat khusus, dan wisata edukasi. Bobby Irawan menyampaikan bahwa Dinas Pariwisata siap membantu Lembah Suhita dalam mempromosikan potensi wisata tersebut kepada wisatawan domestik dan mancanegara.

Selain itu, dibahas pula rencana kerjasama antara Lembah Suhita dan Dinas Pariwisata Provinsi Lampung dalam pelaksanaan Krakatau Run yang akan diselenggarakan pada tanggal 6 Juli 2025. Disepakati bahwa Lembah Suhita akan berpartisipasi dalam Krakatau Run dengan membuka booth promosi, menyediakan produk-produk lokal untuk peserta, dan menawarkan paket wisata khusus ke Lembah Suhita. Bobby Irawan berharap kerjasama ini dapat meningkatkan awareness masyarakat terhadap potensi wisata Lembah Suhita dan mendukung pengembangan pariwisata di Provinsi Lampung secara keseluruhan. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, akademisi, dan masyarakat lokal dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Categories: Berita

Sebagai Bentuk Kerjasama, Lembah Suhita mengadakan kegiatan (Advance Training:Tour Guide and Storytelling Techniques)

Bandar Lampung, 22 Juni 2025 — Lembah Suhita bersama Program Studi Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (ITERA) telah sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata (Tour Guide) dan Teknik Storytelling. Kegiatan ini dilaksanakan langsung di kawasan Lembah Suhita pada Minggu, 22 Juni 2025, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari Tim internal Lembah Suhita dan mahasiswa Program Studi Pariwisata ITERA. Adapun mahasiswa yang turut berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan ini adalah: Tiana Edsa Azzahra, Nadia Trie Kola, Anggrek Nafisha Nur Azzahra, Sabrina Thifal Fadhilah, Kerin Aiko Wibowo, dan Yeremia Elshadday Shalom.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber internasional, Dr. Dineke Koerts, seorang dosen dan peneliti senior di bidang pariwisata dari Breda University of Applied Sciences, Belanda. Beliau juga merupakan bagian dari program pendampingan PUM Netherlands, yang selama ini aktif dalam mendukung pengembangan kapasitas usaha kecil dan menengah di berbagai negara. Dalam sesi pelatihannya, Dr. Koerts menekankan pentingnya kepekaan dalam membawakan narasi wisata secara menyentuh dan bermakna. Beliau menyampaikan bahwa, “To be a tour guide, you must be sympathetic, empathetic, and capable of creating memorable experiences—something tourists have never experienced before. In storytelling, aim to be as engaging and clear as possible. Don’t just talk about the facts, but tell the story behind those facts.” Institut Teknologi Sumatera, Program Studi Pariwisata

Pelatihan ini telah terselenggara dengan baik dan interaktif antara pemateri dan peserta pelatihan dengan materi pelatihan mencakup teknik profesional menjadi pemandu wisata, praktik storytelling yang kreatif dan relevan secara budaya, simulasi interpretasi wisata edukatif di kawasan peternakan lebah, serta simulasi praktik guiding dan storytelling di kawasan wisata lebah dan apitherapy. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta dapat menjadi pemandu wisata yang mampu menginspirasi, mendidik, dan membawa dampak positif, baik bagi wisatawan maupun masyarakat sekitar.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Lembah Suhita berharap dapat menghadirkan pemandu wisata yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga mampu menyampaikan edukasi secara mendalam melalui narasi yang menyentuh dan bermakna.

Categories: Berita

Prodi Pariwisata Itera Kaji Potensi Lampung Kembangkan Destinasi Virtual Tourism

Program Studi Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar kuliah umum bertajuk Virtual Tourism Sebagai Sarana Peningkatan Literasi Pariwisata di Era Digital, Jumat 21 Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam industri pariwisata serta meningkatkan literasi wisata bagi mahasiswa.

Koordinator Program Studi Pariwisata Itera, Fahmi Aziz, S.Si., M.Si., membuka acara dengan sambutan. Kuliah umum ini dipandu oleh mahasiswa Program Studi Pariwisata, Aulia Rizqullah Azwir sebagai pembawa acara dan Yeremia Elshadday Shalom sebagai moderator.

Pemateri dalam kuliah umum ini adalah Fauzan Mawardi Kautsar, pendiri Bersukaria Tour. Dalam pemaparannya, Fauzan menjelaskan bahwa digitalisasi telah membuka peluang besar bagi industri pariwisata untuk menjangkau audiens global. “Melalui virtual tourism, kita tidak hanya menawarkan destinasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang dapat diakses siapa saja, kapan saja,” ujarnya.

Ia mencontohkan bahwa keindahan alam dan budaya Lampung, seperti Taman Nasional Way Kambas, dapat diperkenalkan secara digital kepada wisatawan di seluruh dunia.

Lebih lanjut, Fauzan memaparkan berbagai aspek terkait virtual tourism, termasuk dampak digitalisasi terhadap industri pariwisata, manfaat tur virtual, serta penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pengalaman wisata digital. Ia juga membahas kelebihan dan tantangan dalam penyelenggaraan tur virtual, serta berbagai jenisnya, seperti museum tour, walking tour, city tour, culinary tour, historical tour, cultural tour, hingga night adventure tour.

Virtual tourism memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mengunjungi destinasi yang sulit dijangkau secara fisik. Dengan teknologi AI, pengalaman tur virtual bisa semakin nyata melalui kombinasi suara, visual, dan interaksi yang lebih mendalam,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fauzan juga menyoroti potensi Lampung sebagai destinasi virtual yang menarik. Ia mencontohkan bahwa keindahan alam dan budaya Lampung, seperti Taman Nasional Way Kambas, dapat diperkenalkan secara digital kepada wisatawan di seluruh dunia.

Kuliah umum berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang antusias dari mahasiswa. Acara ini diakhiri dengan harapan agar mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan inovasi di dunia pariwisata, sekaligus meningkatkan literasi wisata di era digital. (Rilis/Humas)

Categories: Berita

Acara Puncak Dies Natalis Pariwisata Ke-2 :Perayaan dan Apresiasi Prestasi

Program Studi Pariwisata menggelar acara puncak Dies Natalis Pariwisata ke-2 dengan penuh semangat dan kebersamaan. Acara yang berlangsung pada 17 Februari ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Bapak Roy Candra P.Sigalingging, M.Sc., Ph.D.,
Koordinator Program Studi Pariwisata Bapak Fahmi Aziz, S.Si., M.Si., Ketua Pelaksana Anggrek Nafisha, Ketua Himpunan Pariwisata Alrizki Akbar, para dosen, perwakilanhimpunan mahasiswa, serta para pemenang Lomba Cerdas Cermat Pariwisata.

Acara dimulai sejak pukul 08.30 WIB dengan pembukaan gerbang dan pemeriksaan peserta. Setelah itu, panitia menyampaikan pemaparan mengenai K3L (Keamanan,Keselamatan, dan Lingkungan). Tepat pukul 09.05 WIB, acara resmi dibuka oleh Master of Ceremony (MC), dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars ITERAyang dipimpin oleh Aulia Putri. Sebagai bagian dari perayaan budaya, acara ini dimeriahkan oleh persembahan Tari
Sigeh, tarian khas Lampung yang menggambarkan kehangatan dalam menyambut tamu yang ditampilkan oleh Mahasiswi Program Studi Pariwisata. Setelah itu, sesi doa dipimpinoleh Ariel Cahya Dwi Andoko untuk keberkahan acara.

Sambutan dan Prosesi Pemotongan Tumpeng
Ketua Pelaksana Anggrek Nafisha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini. Ketua Himpunan Pariwisata Alrizki Akbar menambahkan bahwa Dies Natalis ini menjadi momentum refleksi dan penguatan solidaritas antar-mahasiswa Pariwisata.Dekan FTIK Bapak Roy Candra P. Sigalingging, M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaannya terhadap perkembangan Program Studi Pariwisata dan berharap inovasi serta keberlanjutan dalam industri pariwisata semakin ditingkatkan. .
Institut Teknologi Sumatra,
Program Studi Pariwisata
pariwisataitera.ac. id
pariwisataitera.ac. id
Apresiasi dan Hiburan Acara berlanjut dengan persembahan lagu daerah dan lagu populer dari mahasiswi
Program Studi Pariwisata, yang memberikan nuansa kekeluargaan dan semangat kebersamaan. Kemudian, dilakukan pengumuman pemenang Lomba Online dan Lomba Cerdas Cermat Pariwisata, yang disambut dengan antusias oleh para peserta. Sebagai bentuk apresiasi tambahan, panitia juga membagikan doorprize pertama kepada
peserta yang beruntung. Sesi dokumentasi dilakukan oleh tim PDD, sebelum acara formal resmi ditutup oleh MC pada pukul 11.30 WIB.
Namun, kemeriahan belum berakhir. Setelah ISHOMA, peserta menikmati pameran UMKM
dan hasil karya mahasiswa. Acara kemudian dimeriahkan oleh dance performance, sesi ice breaking, fashion show, serta mini games yang menarik. Para pemenang Fashion Show juga diumumkan dalam sesi khusus, sebelum akhirnya acara ditutup dengan
penampilan flashmob yang energik. Dengan berakhirnya rangkaian acara Dies Natalis Pariwisata ke-2, diharapkan semangat
kebersamaan, inovasi, dan profesionalisme dalam dunia pariwisata terus tumbuh dikalangan mahasiswa.
Sebagai simbol syukur, prosesi pemotongan tumpengdilakukan bersama oleh Dekan, Koordinator ProgramStudi, dan Ketua Pelaksana

Apresiasi dan HiburanAcara berlanjut dengan persembahan lagu daerah dan lagu populer dari mahasiswi Program Studi Pariwisata, yang memberikan nuansa kekeluargaan dan semangatkebersamaan. Kemudian, dilakukan pengumuman pemenang Lomba Online dan Lomba Cerdas Cermat Pariwisata, yang disambut dengan antusias oleh para peserta. Sebagai bentuk apresiasi tambahan, panitia juga membagikan doorprize pertama kepada
peserta yang beruntung. Sesi dokumentasi dilakukan oleh tim PDD, sebelum acara formal resmi ditutup oleh MC pada pukul 11.30 WIB.
Namun, kemeriahan belum berakhir. Setelah ISHOMA, peserta menikmati pameran UMKM dan hasil karya mahasiswa. Acara kemudian dimeriahkan oleh dance performance, sesi ice breaking, fashion show, serta mini games yang menarik. Para pemenang Fashion Show juga diumumkan dalam sesi khusus, sebelum akhirnya acara ditutup denganpenampilan flashmob yang energik. Dengan berakhirnya rangkaian acara Dies Natalis Pariwisata ke-2, diharapkan semangatkebersamaan, inovasi, dan profesionalisme dalam dunia pariwisata terus tumbuh dikalangan mahasiswa.

Categories: Berita

Lomba Cerdas Cermat dalam Rangka Dies Natalis PariwisataInstitut Teknologi Sumatra ke-2 Sukses Digelar

Lampung Selatan, 16 Februari 2025 – Program Studi Pariwisata Institut TeknologiSumatra (ITERA) sukses menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) Pariwisata yang berlangsung pada hari ini. Acara ini diikuti oleh beberapa sekolah sekota Bandar Lampung dalam bidang pariwisata, pengatahuan umun serta bahasa inggris. LCC Pariwisata tahun ini mengusung tema “Exploring the Tourism World: An Educational Adventure with ITERA Tourism Department”, sebagai bentuk komitmen ITERA dalam mendukung pengembangan pariwisata yang inovatif dan berkelanjutan. Para peserta diuji dalam berbagai aspek, mulai dari sejarah pariwisata, destinasi unggulan, kebijakan pariwisata, hingga konsep ekowisata dan keberlanjutan.

Lomba ini berlangsung dalam beberapa babak, mulai dari penyisihan, semifinal, hingga final yang mempertemukan tiga tim terbaik. Setelah melalui persaingan yang ketat, Tim SMA Baitul Jannah (A) berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul oleh Tim SMA N 2 Bandar Lampung di posisi kedua dan Tim SMA Baitul Jannah (B) di posisi ketiga. Para pemenang mendapatkan penghargaan berupa sertifikat dan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan pengetahuan mereka. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang tertarik dan berkontribusi dalam pengembangan industri pariwisata Indonesia.

Kegiatan LCC Pariwisata 2025 di Institut Teknologi Sumatra ini mendapat respons positif dari peserta dan civitas akademika.

Categories: Berita

Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera), telah melantik 20 pejabat baru di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) 1 Itera

ITERA NEWS – Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera), Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, telah melantik 20 pejabat baru di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) 1 Itera, pada Jumat, 20 Desember 2024. Di antara pejabat yang dilantik ialah Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera, Arif Rohman, S.T., M.T., yang menggantikan Dr. Rahayu Sulistyorini, S.T., M.T.

Rektor Itera dalam sambutannya mengatakan bahwa pelantikan pejabat baru merupakan strategi dan agenda yang dijalankan untuk mengawal Itera agar menjadi kampus yang besar di masa depan. Tentunya hal itu dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi, dengan strategi yang cerdas, melimpah, dan penuh keharmonisan. Rektor menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepada pejabat baru adalah untuk bersama-sama memajukan kampus Itera.

“Saya diberi amanah untuk mengawal Itera menjadi mandiri. Untuk itu, mari bersama-sama menjalankan organisasi dengan strategi yang cerdas, lincah, dan penuh perhitungan tanpa meninggalkan aspek keharmonisan,” kata Rektor.

Rektor juga mengajak pejabat Itera untuk menjadikan pelantikan pejabat baru sebagai momentum untuk kemajuan Itera. Pejabat baru akan menjadi ujung tombak dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi demi mewujudkan Itera yang kuat, maslahat, dan bermartabat. Pelantikan pejabat baru ini disaksikan oleh Kepala Biro Akademik, Perencanaan, dan Umum, drh. Sri Sulistiawati, M.M., Kepala Bagian Akademik dan Umum, Pujiono, S.Sos., M.M., serta dekan, kepala lembaga, dan pejabat lainnya di lingkungan Itera.

Daftar Nama Pejabat yang Dilantik:

  1. Arif Rohman, S.T., M.T. (Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum)
  2. Roy Candra P Sigalingging, M.Sc., Ph.D. (Dekan Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan)
  3. Muhammad Ulin Nuha, S.T., M.Eng. (Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum, FTIK)
  4. Dr. Muhamad Fatikul Arif, S.T., M.Sc. (Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat)
  5. Dr. Meezan Ardhanu Asagabaldan, S.Pi., M.Si. (Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat)
  6. Dr. Handoyo, S.Si., M.T. (Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran)
  7. Sahid, M.Sc. (Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran)
  8. Harry Yuliansyah, S.T., M.Eng. (Kepala Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi)
  9. Aulia Try Atmojo, S.Kel., M.T. (Koordinator Laboratorium, FTIK)
  10. Apt. Atika Dalili Akhmad, S.Farm., M.Sc. (Koordinator Program Studi Farmasi)
  11. Dr. Hawa Purnama Celala Ary Cane, S.Si. (Koordinator Program Studi Kimia)
  12. Rahmat Kurniawan, S.T., M.T. (Koordinator Program Studi Teknik Sipil)
  13. Guruh Kristiadi Kurniawan, S.T., M.T. (Koordinator Program Studi Arsitektur)
  14. Dr. Mustarakh Gelfi, S.T., M.Sc. (Koordinator Program Studi Teknik Kelautan)
  15. Nurmagita Pamursari, S.T., M.T. (Koordinator Program Studi Teknik Perkeretapian)
  16. Andri Yadi Paembonan, S.Si., M.Sc. (Koordinator Program Studi Rekayasa Minyak dan Gas)
  17. Erny Amalia Lestari, S.Pd., M.I.P., M.Pd. (Koordinator Program Studi Rekayasa Keolahragaan)
  18. Rizki Dimas Permana, S.Kel., M.Si. (Koordinator Program Studi Sains Lingkungan Kelautan)
  19. Fahmi Aziz, S.Si., M.Si. (Koordinator Program Studi Pariwisata)
  20. Salsabila Firdausia, S.E., M.S.M. (Perencana Ahli Pertama)

Tim Liputan
Penulis: Muhammad Ilham (Teknik Industri)
Fotografer: Dzaky Ardi Nugroho/Khoirul Anam (Sains Data)

Categories: Berita

Kegiatan Kuliah Lapangan Tanggamus-Pringsewu-Pesawaran Mahasiswa Program Studi Pariwisata 2024

Kegiatan kuliah lapangan diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Pariwisata ITERA Angkatan 2023, dengan tujuan kunjungan ke tiga Kabupaten yang ada di Provinsi Lampung, yaitu : Tanggamus, Pringsewu, dan juga Pesawaran dan berlangsung selama tiga hari. Dalam agenda kegiatan ini, juga sertai oleh para dosen Pariwisata : Asep Nurul Ajiid Mustofa S.T., M.T., Mentari Pratami S.Si., M.Si., dan Surya Tri Esthi Wira Hutama S.T., M.PWK sebagai dosen pendamping.

Kegiatan dimulai pada tanggal 21 – 23 Oktober 2024 dengan masing-masing hari memiliki tiga kunjungan daya tarik. Perjalanan menuju daya tarik pertama dimulai pada pukul 06:00 WIB di gerbang utama ITERA menuju Tanggamus, Kota Agung. Selama melakukan kunjungan daya tarik, mahasiswa program studi Pariwisata diminta untuk melakukan wawancara bersama pengelola dan wisatawan, serta melakukan observasi terhadap infrastruktur, tata ruang, dan pengelolaan daya tarik. Di Kota Agung, mahasiswa mengunjungi sebuah daya tarik pelabuhan perikanan lokal dan tenant otak-otak yang tersedia untuk mengumpulkan informasi-informasi yang dibutuhkan.

Selanjutnya, tak jauh dari pelabuhan Kota Agung, daya tarik berikutnya adalah Way Lalaan, tempat wisata air terjun yang berada di Tanggamus dan kunjungan daya tarik ketiga, mahasiswa mengunjungi Desa Tapis Lugusari yang berada di Pringsewu. Di Desa Tapis Lugusari, mahasiswa berbincang dengan pengerajin Tapis mengenai proses pembuatan kriya Tapis khas Lampung, dan juga ikut serta dalam membuat tapis itu sendiri.

Pada hari kedua kegiatan, 22 Oktober 2024, mahasiswa memulai perjalanan dari penginapan Sandrina, menuju daya tarik ke empat, Lanakila Lake di Pringsewu. Disana, mahasiswa kembali melakukan wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data data yang diperlukan. Setelah dari Lanakila Lake, mahasiswa melanjutkan kunjungan ke Lembah Akasia yang berada di Desa Sukoharjo, Pringsewu. Selanjutnya, kunjungan terakhir di hari kedua mahasiswa berkunjung ke Museum Transmigrasi Lampung yang berada di Pesawaran. Mahasiswa mempelajari sejarah dan proses transmigrasi yang terjadi di Provinsi Lampung melalui dokumenter, dimana program transmigrasi pertama kali dilaksanakan tepat di Kecamatan Museum Transmigrasi Lampung di dirikan yaitu Gedong Tataan pada tahun 1905. Setelah menyaksikan dokumenter, mahasiswa dipersilahkan untuk berkeliling museum dan melihat-lihat aset-aset sejarah transmigrasi yang ada.

Setelah berkeliling Museum Transmigrasi Lampung, mahasiswa beristirahat di penginapan Amandadi di Pesawaran. Pada hari terakhir kegiatan 23 Oktober 2024, mahasiswa memulai perjalanan kembali menuju daya tarik ke tujuh Lembah Suhita. Mahasiswa di sini mempelajari seputar habitat beberapa macam lebah di Suhita, tak hanya itu, madu-madu yang dihasilkan oleh lebah-lebah di Suhita dapat di beli dan di bawa kembali pulang sebagai cenderamata khas Suhita. Setelah mengunjungi Lembah Suhita, mahasiswa lalu mengunjungi Pantai Mutun di Pesawaran.

Daya tarik terakhir adalah Youth Camp Tahura. Beberapa mahasiswa melakukan trekking menuju air terjun di Youth Camp Tahura sembari melakukan observasi menganai lingkungan sekitar. Sehabis kunjungan, mahasiswa mulai melakukan perjalanan pulang dan pada pukul 18:00 WIB mahasiswa kembali di gerbang utama ITERA dan beristirahat. Kegiatan kunjungan ini bertujuan untuk memenuhi empat mata kuliah Program Studi Pariwisata di semester 3, yaitu : Daya Dukung Lingkungan Pariwisata, Perencanaan Tata Ruang Pariwisata, Pengembangan Infrastruktur Pariwisata, serta Pariwisata Berkelanjutan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat melakukan observasi, pengumpulan data, hingga pengelolaan yang baik dan tepat sehingga kedepannya mahasiswa dapat terbiasa dengan melakukan pengumpulan dan pengolahan data.

Categories: Berita

Kegiatan FGD dan Benchmarking Pengembangan Kurikulum Bersama, Kerjasama dan Rencana Program MBKM Prodi Pariwisata Bersama Fakultas Pariwisata Universitas Udayana.

Rabu, 15 Juni 2024 – bertempat di Ruang Dosen, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana telah dilakukan FGD dan Benchmarking Pengembangan Kurikulum Bersama, Kerjasama dan Rencana Program MBKM Prodi S1 Pariwisata bersama Fakultas Pariwisata Udayana, Bali. Program Studi Pariwisata di Universitas Udayana telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam hal penyesuaian kurikulum dan penerapan metode pembelajaran yang inovatif. Melalui penerapan Metode Belajar dan Mengajar Berbasis Kompetensi (MBKM), mahasiswa memiliki kesempatan untuk memperoleh pengalaman praktis melalui magang dan mengembangkan keterampilan wirausaha. Namun, tantangan tetap ada dalam hal penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan lapangan kerja yang dinamis dan peran aktif dalam mendukung lulusan untuk menjadi enterpreneur yang sukses.

Selain itu, kerjasama dengan industri dan pemangku kepentingan eksternal, seperti pemerintah dan industri pariwisata, menjadi bagian integral dari pengembangan program studi. Diskusi dan keterlibatan eksternal memastikan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri dan mempersiapkan lulusan untuk tantangan di lapangan. Dalam konteks ini, mata kuliah pilihan dan penekanan pada pengembangan keterampilan kewirausahaan menjadi strategi yang penting dalam mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja. ada upaya untuk memperkuat aspek penelitian dan praktik lapangan dalam kurikulum, seperti melalui penelitian lapangan, studio, dan magang. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam menangani tantangan di lapangan dan menghasilkan solusi yang inovatif. Dengan demikian, Universitas Udayana terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan pariwisata, memperkuat koneksi dengan industri, dan memastikan lulusan siap bersaing dalam pasar kerja global yang semakin kompetitif.

Kunjungan ke laboratorium pariwisata di Universitas Udayana menjadi salah satu kegiatan penting dalam rangka benchmarking yang dilakukan oleh Program Studi S1 Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Dalam kunjungan ini, tim dari ITERA mendapat kesempatan untuk melihat langsung berbagai fasilitas, teknologi, dan metode pengajaran yang digunakan di laboratorium pariwisata UNUD. Observasi ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana laboratorium dapat dioptimalkan untuk mendukung pembelajaran praktis dan penelitian dalam bidang pariwisata. Dengan mempelajari praktik terbaik yang diterapkan di UNUD, ITERA berencana untuk mengadopsi dan menyesuaikan beberapa elemen penting ini dalam upaya pengembangan dan penyediaan laboratorium pariwisata yang serupa di kampus mereka. Hal ini diharapkan akan meningkatkan kualitas pendidikan dan pengalaman praktis mahasiswa pariwisata di ITERA, sehingga dapat bersaing di industri pariwisata yang semakin kompetitif.

Categories: Berita