Kategori: Berita

Perayaan Awal Perjalanan Gemilang : DIES NATALIS Ke-1 Program Studi Pariwisata ITERA

Kamis, 25 Januari 2024 – Dalam memperingati Dies Natalis Program Studi Pariwisata, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan yang pertama jatuh pada tanggal 13 Januari 2024, Keluarga Mahasiswa Pariwisata ITERA menyelenggarakan perayaan Dies Natalis pada tanggal 25 Januari 2024 dengan nama “ONEderful Anniversary”. Kata tersebut memiliki arti tersendiri seperti ONE adalah Pertama/Satu yang memiliki makna bahwa ini perayaan pertama dari Prodi Pariwisata, derful adalah potongan kata dari Wonderful yang memiliki arti Luar Biasa, dan Anniversary adalah Peringatan Tahunan. Dapat di artikan ONEderful Anniversary adalah Perayaan Pertama yang Luar Biasa.

Perayaan ini dimulai dengan kegiatan jalan sehat yang dilakukan para dosen dan seluruh mahasiswa Prodi Pariwisata ITERA. Jalan sehat dimulai pada pukul 07.00 WIB dari Gedung F ITERA menuju Kebun Raya ITERA. Sesampainya di Kebun Raya ITERA, para peserta jalan sehat dipersilakan untuk beristirahat sejenak sebelum menuju ke acara selanjutnya yaitu senam bersama. Senam bersama dijalankan dengan penuh semangat yang dipandu oleh beberapa mahasiswa Prodi Pariwisata. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars ITERA menjadi agenda seluruh peserta acara. Setelah itu, ucapan selamat beserta sambutan hangat disampaikan oleh Wakil Dekan FTIK, Bapak Muhammad Ulin Nuha, S.T., M.Eng. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kaprodi Pariwisata ITERA Bapak Asep Nurul Ajiid Mustofa, S.T., M.T.

Acara di lanjutkan dengan Pemotongan Tumpeng oleh Bapak Asep dan Bapak Ulin serta dosen lainnya. Sampailah di acara utama ONEderful Anniversary yaitu sesi “Cap Tangan and Make a Wish” Acara ini dilakukan dengan menorehkan aneka warna cat ke telapak tangan kemudian melakukan cap tangan di banner yang telah disediakan seraya mengucapkan harapan untuk Prodi Pariwisata ITERA kedepannya. kemudian diadakan sesi foto bersama seluruh peserta acara.

Di penghujung acara, diadakan game tebak destinasi wisata yang dilakukan antar para dosen dengan para mahasiswa. Game ini sukses mencetus keseruan yang membangun kehangatan serta mempererat hubungan antar sesama para dosen dengan mahasiswa. Game selanjutnya yaitu estafet tepung yang dilakukan oleh para mahasiswa, Game ini dilakukan dengan membagi para mahasiswa menjadi 4 kelompok. Lomba lempar air dalam balon menjadi game terakhir yang dimainkan, game ini berlangsung dengan meriah yang diiringi oleh gelak tawa antar sesama peserta. Sehabis lomba dilakukan pembagian hadiah untuk para pemenang game serta pembagian doorprize untuk beberapa dosen dan mahasiswa. Acara ini ditutup dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Kaprodi Pariwisata ITERA, Bapak Asep Nurul Ajiid Mustofa, S.T., M.T. dan Bapak Fahmi Aziz, S.Si., M.Si.

Categories: Berita

Program Studi Pariwisata (ITERA) Menjadi Kampus Pertama dalam Membantu Perumusan Tata Kelola Desa Wisata Kelawi, Lampung Selatan.

(Kamis/12 Oktober/2023)

Agenda ini dimulai pada pukul (10.00 WIB) dengan dinyanyikannya lagu wajib Indonesia Raya secara bersama sama dan dibuka oleh Kepala Desa Kelawi, dilanjutkan sambutan dan sedikit pendahuluan tentang Tata Kelola Desa Wisata Kelawi oleh perwakilan dari Dinas Pariwisata Lampung Selatan yaitu Syaifuddin, S.E., M.I.P.

 “Pada kesempatan kali ini, ada sebuah kesepakatan untuk mengatur tentang keseluruhannya (tata kelola Desa Kelawi) oleh pihak pengurus desa, masyarakat, dan pihak lainnya yang ikut terlibat”, tutur Syaifuddin, S.E., M.I.P.

Selanjutnya, pendahuluan materi dibuka oleh Rifqi Asy’ari, S.Par., M.Par. selaku Dosen Program Studi Pariwisata ITERA, yang membahas mengenai Tata Kelola Desa Wisata. Beliau mengatakan “Tujuannya di adakannya pelatihan tata kelola ini, dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran para stakeholder dalam pembangunan desa wisata.”

Daya tarik yang ada di Minang Rua Desa Wisata Kelawi, Lampung Selatan meliputi pantai, air terjun dan fauna yang di jaga di area sekitar. Infrastruktur, akomodasi, dan amenitas yang ada di Minang Rua masih dalam tahap pembangunan. Materi selanjutnya disampaikan secara lengkap oleh Dosen Program Studi Pariwisata lainnya yaitu Surya Tri Esthi Wira Hutama, S.T., M.PWK. Adapun beberapa paparan beliau adalah sebagai berikut:

“Terdapat beberapa faktor yang menjadi keberhasilan dari community based-tourism dalam pengembangan desa wisata adalah :

1. Keunikan lokasi merupakan daya tarik utama. Loksi ini dapat berupa daya tarik fisik alam, sejarah dan budaya.

2. Pelibatan masyarakat sebagai pelaku wisata utama.

3. Fasilitasi Dana Berdasarkan Embrio Pelaku wisata.

4. Tokoh Penggerak merupakan orang – orang yang memiliki peran besar dalam menggerakkan masyarakat.

5. Link merupakan hubungan kemitraan yang terjalin dengan stakeholder penting yang memiliki andil dalam pengembangan desa wisata. Apabila semua faktor-faktor ini dapat terpenuhi makan akan tercapai keberhasilan dan keberlanjutan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat yang berada di daerah sekitar.”

Menjelang akhir rangkaian acara pada pukul 11.40 WIB, Surya Tri Esthi Wira Hutama, S.T., M.PWK. memberikan sebuah mini games dalam perumusan beberapa faktor tata telola. Membentuk beberapa kelompok sesuai dengan bidang stakeholder pengembangan Desa Wisata Kelawi, lalu setiap anggota harus menyebutkan lima permasalahan yang menjadi prioritas penghambat dalam Tata Kelola Desa Kelawi dan berikan pula lima solusi prioritas tentang pembangunan desa wisata Kelawi, serta siapa saja yang terlibat dalam hal hal tersebut. Hal ini dimaksudkan, untuk menyatukan setiap komponen yang terlibat langsung dalam pembangunan Desa Wisata Kelawi. kemudian adanya diskusi oleh masing-masing kelompok lalu dibacakan oleh Surya Tri Esthi Wira Hutama, S.T., M.PWK. Setelah itu, setiap kelompok harus memberikan tulisan mengenai permasalahan penghambat tata kelola. Beberapa permasalahan yang ada tersebut akan dipaparkan oleh Surya Tri Esthi Wira Hutama, S.T., M.PWK. dan setiap kelompok diminta untuk memberikan tanggapan persetujuan dan tidak persetujuan dari hal hal yang di prioritaskan tersebut. Adapun hasil dari mini games ini yaitu munculnya indicator-indikator dalam perumusan tata kelola yaitu berupa peraturan desa yang meliputi masalah serta solusi sesuai dengan kesepakat Bersama seluruh peserta pelatihan ini yaitu seluruh stakeholder dalam pengembangan Desa Wisata Kelawi

Dalam agenda pelatihan ini juga terdapat dua dosen Program Studi Pariwisata lainnya yang berperan sebagai fasilitator: Dessy Reza Saputri, S.Par., MM.Par. dan Agnes Tresia Silalahi, S.Par., M.Par. Agenda ini juga melibatkan empat mahasiswa Program Studi Pariwisata yaitu: Alysa Putri Maharani, Kayla Jessenia Efendi, M. Emir Rasya, Mohammad Ilham, dan Putri Ersa Maharani. Kegiatan diakhiri dengan diresmikannya perumusan peraturan Desa Wisata Kelawi, dan diadakannya sesi foto bersama.

Categories: Berita

Prodi Pariwisata ITERA melakukan Sosialisasi Visi, Misi dan Kurikulum kepada mahasiswa baru.

Jumat, 18 Agustus 2023 bertempat di Lantai 2 ruangan 206, Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 ITERA, pemaparan penjelasan awal terkait program studi Pariwisata dilakukan oleh Asep Nurul Ajiid Mustofa, S.T., M.T. selaku Kaprodi. Baru berdiri di awal tahun 2023, diharapkan Prodi Pariwisata akan menciptakan sarjana pariwisata dengan beberapa keahlian yang akan mendukung perencanaan, pengembangan, dan pengelolaan pariwisata di Pulau Sumatera (tourism planning).

Peran prodi Pariwisata berangkat dari beberapa potensi yang ada di Pulau Sumatera, dimana perguruan tinggi dengan Prodi Pariwisata yang bergerak di bidang tourism planning masih rendah (sedikit) sedangkan potensi pariwisata alam yang ada di Pulau Sumatera cukup melimpah. Tourism planning yang dirancang oleh prodi pariwisata akan berdampak pada pengembangan pariwisata yang juga memperhatikan asepek ekonomi, lingkungan, sosial, fisik dan budaya sehingga diperoleh manfaat secara berkelanjutan.

“Menjadi Program Studi yang berorientasi pada teknologi secara berkelanjutan dan berdaya saing dalam aspek destinasi pariwisata sehingga mampu memberikan sumbangsih terhadap kepariwisataan wilayah Sumatera, Nasional, dan Global.”

Pengenalan unit pengelola pariwisata yang daintaranya koordinator prodi, ketua KK, kurikulum, MBKM, dan Kerjasama, kemahasiswaan, humas, koordinator lab, GKMP, dan dosen lainnya. Selanjutnya, pengenalan logo “we say tourism” merupakan salah satu logo yang digunakan prodi pariwisata untuk kegiatan kuliah umum. Kegiatan kuliah umum adalah acara yang diadakan di lingkungan perguruan tinggi atau lembaga pendidikan tinggi yang bersifat terbuka untuk seluruh mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas. Acara ini sering kali melibatkan pembicara atau narasumber yang ahli di bidang tertentu, baik dari dalam institusi maupun dari luar, untuk memberikan ceramah, presentasi, atau diskusi mengenai topik-topik yang relevan dan menarik. Kegiatan kuliah umum bertujuan untuk memperluas wawasan, mendiskusikan isu-isu aktual, dan memfasilitasi pertukaran gagasan antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum. Ini adalah sarana penting dalam upaya pendidikan dan peningkatan pengetahuan di luar lingkungan kelas biasa.

Dengan merancang perencanaan pariwisata yang holistik, termasuk mempertimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, sosial, fisik, dan budaya, dapat dihasilkan dampak positif yang berkelanjutan bagi pengembangan sektor pariwisata. Melalui pendekatan ini, potensi ekonomi daerah dapat ditingkatkan melalui pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan, sambil tetap menjaga integritas lingkungan alam, mendukung kesejahteraan masyarakat lokal, dan melestarikan warisan budaya. Perencanaan pariwisata yang berfokus pada manfaat jangka panjang dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan akan menjadi landasan untuk menciptakan industri pariwisata yang tidak hanya memberikan kepuasan kepada wisatawan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal serta mewujudkan harmoni antara manusia, budaya, dan alam.

Categories: Berita

Dalam Menyempurnakan Kurikulum, Program Studi Pariwisata Melakukan FGD Eksternal seperti Dinas Pemerintah, Asosiasi, Himpunan, Akademisi.

Rabu, 10 Mei 2023 – bertempat di Lantai 4, Gedung Kuliah Umum (GKU) ITERA telah dilakukan FGD Visi, Misi dan Kurikulum Prodi Pariwisata yang dihadiri oleh berbagai pihak Dinas Pariwisata Kota/Kabupaten, Asosiasi, Himpunan maupun Akademisi kampus di Provinsi Lampung.

Pembukaan kegiatan FGD ini dibuka oleh Rektor ITERA Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha (Rektor ITERA), beliau menyampaikan harapan yang besar “Lampung sebagai salah satu provinsi di Indonesia memiliki potensi alam dan budaya yang bisa dikembangkan sebagai objek wisata, semoga Program Studi Pariwisata dapat turut meningkatkan pengembangan pariwisata Provinsi Lampung kedepannya”.

Acara selanjutnya yaitu pemaparan terkait materi FGD oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bapak Saluddin S.H., M.Si., beliau menyampaikan terkait peluang sarjana pariwisata dalam pembangunan pariwisata. Selanjutnya, sarjana pariwisata cukup dibutuhkan dalam penyerapan tenaga kerja di Lampung dan diharapkan dapat berkontribusi pada sisi infrastruktur dan destinasi yang selama ini dirasa kurang memenuhi.

Beliau juga menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata menimbulkan efek ekonomi kepada masyarakat sekitar. Pariwisata dapat meningkatkan pendapatan devisa, menciptakan lapangan kerja, merangsang pertumbuhan industri pariwisata, oleh karena itu dapat memicu pertumbuhan ekonomi.

    Kemudian pemaparan materi dilanjutkan oleh Kaprodi Pariwisata Asep Nurul Ajiid Mustofa, S.T., M.T., beliau menyampaikan terkait visi, misi serta kurikulum Prodi Pariwisata. Kedepannya Prodi Pariwisata akan melakukan evaluasi dan monitoring terhadap kurikulum untuk memasukkan variabel asosiasi sebagai salah satu himpunan yang akan turut mensukseskan pengembangan prodi.

    Adi Susanto (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia dan DPD Astindo Lampung) memberikan masukan untuk membuat perhimpunan (asosiasi) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia dan DPD Astindo Lampung sebagai salah satu variable dalam penyusunan masukan-masukan pada prodi pariwisata bukan hanya dinas terkait. Diharapkan Prodi Pariwisata tidak hanya memiliki cita-cita menjadi ASN saja namun berperan aktif di kegiatan pariwisata yang sebenarnya.

      Acara ini ditutup dengan proses penandatanganan MoU Kerjasama antara dinas terkait, serta para Asosiasi, Himpunan, maupun Akademisi lainnya. Diharapkan dengan adanya kerjasama ini dapat memberikan kontribusi pada sektor Pariwisata khususnya merangsang pertumbuhan industri pariwisata, oleh karena itu dapat memicu pertumbuhan ekonomi.

      Categories: Berita

      Program Studi (Prodi) Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersama Backstagers Indonesia menggelar kuliah umum dalam rangka mengembangkan kepariwisataan daerah di Provinsi Lampung

      ITERA NEWS. Program Studi (Prodi) Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersama Backstagers Indonesia menggelar kuliah umum dalam rangka mengembangkan kepariwisataan daerah di Provinsi Lampung.  Kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung  Boby Irawan, dan Ketua Umum Backstagers Indonesia Sofyan Nasution di Gedung Kuliah Umum (GKU) Kampus ITERA pada Selasa, 28 Februari 2023.

      Dalam sambutannya, Rektor ITERA I Nyoman Pugeg Aryantha menyampaikan pentingnya peranan penting Backstagers Indonesia dimasa sekarang. Pada kesempatan itu juga  Rektor memperkenalkan Prodi Pariwisata  ITERA yang menurutnya hal tersebut akan membawa kebaikan di sektor pariwisata dan ekonomi bagi Provinsi Lampung. Rektor juga menegaskan jika Prodi Pariwisata ITERA bisa sukses dalam waktu singakat, dia akan memikirkan untuk membuka Prodi baru yaitu Program Studi Event Organizer (EO).

      “Jika Program Studi Pariwisata ITERA bisa sukses dalam waktu yang singkat , mungkin saya akan memikirkan untuk membuka prodi baru event organizer” tutur Rektor

      Pada kesempatannya, Kepala Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung  Boby Irawan memaparkan terkait peranan Pemerintah Daerah. Lebih lanjut Bobby menjelaskan terkait peran Pemerintah sebagai fasilitator sekaligus pemberi hak dan kewenangan  untuk mengatur, melakukan regulasi dan kebijakan dalam kepariwisataan Provinsi Lampung dalam peningkatan ekonomi daerah.

      Dalam sesi pemaparan materi, Ketua Umum Backstagers sebagai salah satu komunitas event terbesar di Indonesia mengatakan bahwa penyelenggaraan event setelah masa pandemi berakhir telah kembali ramai.  Menanggapi pembicara sebelumnya, Sofyan mengatakan bahwa Event Organizer (EO) sudah menjadi salah satu pilihan karir mahasiswa kedepannya sebagai upaya dalam pemulihan ekonomi daerah.  Sofyan berharap Backstagers Lampung dapat berkolaborasi  dengan berbagai stekholder untuk mewujudkan hal itu bersama.

      “Event Organizer (EO) sudah menjadi salah satu pilihan karir mahasiswa kedepannya sebagai upaya dalam pemulihan ekonomi daerah” tutur Sofyan

      Masih dalam kegiatan yang sama juga diselenggarakan pelantikan anggota DPD Backstagers Provinsi Lampung  yang diikuti penandatangan Nota kesepahaman (MoU) antara ITERA, STIT Tanggamus, dan Institut Bakti Nusantara terkait Tridharma Perguruan Tinggi.

      Categories: Berita

      Prodi Pariwisata Melakukan FGD Terkait Penyusunan Kurikulum.

      Senin, Tanggal 27 Februari 2023 bertempat di Ruang 105, Gedung F telah dilakukan FGD Kurikulum Pariwisata. Tri dharma Perguruan Tinggi meliputi Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Ketiga komponen darma tersebut membutuhkan dukungan agar terlaksana melalui layanan pendidikan. Sebuah kampus untuk dapat menjaga keberlangsungannya harus selalu dikembangkan. Pengembangan dapat dilakukan dengan dua cara yakni pertama meningkatkan kualitas program studi yang ada dikampus tersebut, kedua membuka program studi baru. Dalam proses pembukaan program studi baru di Institut Teknologi Sumatera yakni Prodi Pariwisata maka dibutuhkan kegiatan Focus Group Discussion yang selanjutnya disebut FGD guna melakukan pengumpulan pendapat, ide, dan masukan-masukan dari berbagai pihak di Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (JTIK) ITERA.

      Pemaparan pertama dibuka oleh Rifqi Asy’ari, S.Par., M.Par., selaku dosen Prodi Pariwisata. Beliau menyampaikan hal – hal terkait dengan penjelasan awal terkait program studi, urgensi pendirian prodi, pemaparan visi misi prodi, pengenalan KK, pemaparan capaian pembelajaran lulusan dan masih banyak lainnya.

      Masukan dari berbagai peserta FGD diantaranya, Ibu Melani (LP3M) memberikan masukan terhadap struktur setiap semester maksimal 20 SKS, dimana secara peraturan akademik mahasiswa dengan IPK dibawah 2,75 maksimal hanya 20 SKS dan diharapkan setiap semester maksimal 20 SKS (kurikulum panduan kurikulum berbasis MBKM). Selanjutnya, ada masukan dari Bapak Arif Rohman (Dekan JTIK) memberi masukan pada dokumen di sebaran mata kuliah tiap semester untuk menggunakan bahasa indonesia saja agar dokumen bersifat konsisten. Pembuatan sebaran mata kuliah tiap semester harus menempatkan mata kuliah sesuai dengan aturan sehingga mahasiswa dapat lulus dengan waktu 4 tahun. Sehingga, penempatan mata kuliah pilihan dapat diletakkan di semester 6 dan 7 sehingga mata kuliah Proposal Penelitian dapat diletakkan di semester lain tidak pada semester 8.

      Fokusnya Pariwisata adalah perencanaan destinasi namun tetap mempelajari terkait hospitality (pelayanan), sehingga membutuhkan bantuan dan kerjasama dari seluruh prodi-prodi di ITERA. Dokumen-dokumen yang disusun oleh prodi Pariwisata diharapkan untuk konsisten sehingga dapat diubah manjadi bahasa Indonesia agar pembaca dapat memahami dokumen dengan mudah. Pembuatan sebaran mata kuliah tiap semester harus menempatkan mata kuliah sesuai dengan aturan sehingga mahasiswa dapat lulus dengan waktu 4 tahun. Sehingga, penempatan mata kuliah pilihan dapat diletakkan di semester 6 dan 7 sehingga mata kuliah Proposal Penelitian dapat diletakkan di semester lain tidak pada semester 8.

      Program MBKM bila memang diletakkan di semester 6 dan 7 dapat ditaruh mata kuliah yang mampu mengaktifkan mata kuliah di semester tersebut seperti SG, KKN, Kepemimpinan, Studi Mandiri dan lain sebagainya, selain itu 11 mata kuliah tidak wajib dapat dimasukkan di semester 6 dan 7 agar tidak merusak mata kuliah wajib. Dalam penyusunan dokumen kurikulum sebaiknya dipisahkan dahulu antara mata kuliah wajib dan mata kuliah piliuhan sehingga mahasiswa dapat mengambil semua mata kuliah core Pariwisata. Selain itu, hal ini dapat membantu dalam penyusunan dokumen kurikulum kedepannya.

        Categories: Berita