Program Studi Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar kuliah umum bertajuk Virtual Tourism Sebagai Sarana Peningkatan Literasi Pariwisata di Era Digital, Jumat 21 Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam industri pariwisata serta meningkatkan literasi wisata bagi mahasiswa.
Koordinator Program Studi Pariwisata Itera, Fahmi Aziz, S.Si., M.Si., membuka acara dengan sambutan. Kuliah umum ini dipandu oleh mahasiswa Program Studi Pariwisata, Aulia Rizqullah Azwir sebagai pembawa acara dan Yeremia Elshadday Shalom sebagai moderator.
Pemateri dalam kuliah umum ini adalah Fauzan Mawardi Kautsar, pendiri Bersukaria Tour. Dalam pemaparannya, Fauzan menjelaskan bahwa digitalisasi telah membuka peluang besar bagi industri pariwisata untuk menjangkau audiens global. “Melalui virtual tourism, kita tidak hanya menawarkan destinasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang dapat diakses siapa saja, kapan saja,” ujarnya.
Ia mencontohkan bahwa keindahan alam dan budaya Lampung, seperti Taman Nasional Way Kambas, dapat diperkenalkan secara digital kepada wisatawan di seluruh dunia.
Lebih lanjut, Fauzan memaparkan berbagai aspek terkait virtual tourism, termasuk dampak digitalisasi terhadap industri pariwisata, manfaat tur virtual, serta penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pengalaman wisata digital. Ia juga membahas kelebihan dan tantangan dalam penyelenggaraan tur virtual, serta berbagai jenisnya, seperti museum tour, walking tour, city tour, culinary tour, historical tour, cultural tour, hingga night adventure tour.
“Virtual tourism memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mengunjungi destinasi yang sulit dijangkau secara fisik. Dengan teknologi AI, pengalaman tur virtual bisa semakin nyata melalui kombinasi suara, visual, dan interaksi yang lebih mendalam,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fauzan juga menyoroti potensi Lampung sebagai destinasi virtual yang menarik. Ia mencontohkan bahwa keindahan alam dan budaya Lampung, seperti Taman Nasional Way Kambas, dapat diperkenalkan secara digital kepada wisatawan di seluruh dunia.
Kuliah umum berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang antusias dari mahasiswa. Acara ini diakhiri dengan harapan agar mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan inovasi di dunia pariwisata, sekaligus meningkatkan literasi wisata di era digital. (Rilis/Humas)
Program Studi Pariwisata menggelar acara puncak Dies Natalis Pariwisata ke-2 dengan penuh semangat dan kebersamaan. Acara yang berlangsung pada 17 Februari ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Bapak Roy Candra P.Sigalingging, M.Sc., Ph.D., Koordinator Program Studi Pariwisata Bapak Fahmi Aziz, S.Si., M.Si., Ketua Pelaksana Anggrek Nafisha, Ketua Himpunan Pariwisata Alrizki Akbar, para dosen, perwakilanhimpunan mahasiswa, serta para pemenang Lomba Cerdas Cermat Pariwisata.
Acara dimulai sejak pukul 08.30 WIB dengan pembukaan gerbang dan pemeriksaan peserta. Setelah itu, panitia menyampaikan pemaparan mengenai K3L (Keamanan,Keselamatan, dan Lingkungan). Tepat pukul 09.05 WIB, acara resmi dibuka oleh Master of Ceremony (MC), dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars ITERAyang dipimpin oleh Aulia Putri. Sebagai bagian dari perayaan budaya, acara ini dimeriahkan oleh persembahan Tari Sigeh, tarian khas Lampung yang menggambarkan kehangatan dalam menyambut tamu yang ditampilkan oleh Mahasiswi Program Studi Pariwisata. Setelah itu, sesi doa dipimpinoleh Ariel Cahya Dwi Andoko untuk keberkahan acara.
Sambutan dan Prosesi Pemotongan Tumpeng Ketua Pelaksana Anggrek Nafisha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini. Ketua Himpunan Pariwisata Alrizki Akbar menambahkan bahwa Dies Natalis ini menjadi momentum refleksi dan penguatan solidaritas antar-mahasiswa Pariwisata.Dekan FTIK Bapak Roy Candra P. Sigalingging, M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaannya terhadap perkembangan Program Studi Pariwisata dan berharap inovasi serta keberlanjutan dalam industri pariwisata semakin ditingkatkan. . Institut Teknologi Sumatra, Program Studi Pariwisata pariwisataitera.ac. id pariwisataitera.ac. id Apresiasi dan Hiburan Acara berlanjut dengan persembahan lagu daerah dan lagu populer dari mahasiswi Program Studi Pariwisata, yang memberikan nuansa kekeluargaan dan semangat kebersamaan. Kemudian, dilakukan pengumuman pemenang Lomba Online dan Lomba Cerdas Cermat Pariwisata, yang disambut dengan antusias oleh para peserta. Sebagai bentuk apresiasi tambahan, panitia juga membagikan doorprize pertama kepada peserta yang beruntung. Sesi dokumentasi dilakukan oleh tim PDD, sebelum acara formal resmi ditutup oleh MC pada pukul 11.30 WIB. Namun, kemeriahan belum berakhir. Setelah ISHOMA, peserta menikmati pameran UMKM dan hasil karya mahasiswa. Acara kemudian dimeriahkan oleh dance performance, sesi ice breaking, fashion show, serta mini games yang menarik. Para pemenang Fashion Show juga diumumkan dalam sesi khusus, sebelum akhirnya acara ditutup dengan penampilan flashmob yang energik. Dengan berakhirnya rangkaian acara Dies Natalis Pariwisata ke-2, diharapkan semangat kebersamaan, inovasi, dan profesionalisme dalam dunia pariwisata terus tumbuh dikalangan mahasiswa. Sebagai simbol syukur, prosesi pemotongan tumpengdilakukan bersama oleh Dekan, Koordinator ProgramStudi, dan Ketua Pelaksana
Apresiasi dan HiburanAcara berlanjut dengan persembahan lagu daerah dan lagu populer dari mahasiswi Program Studi Pariwisata, yang memberikan nuansa kekeluargaan dan semangatkebersamaan. Kemudian, dilakukan pengumuman pemenang Lomba Online dan Lomba Cerdas Cermat Pariwisata, yang disambut dengan antusias oleh para peserta. Sebagai bentuk apresiasi tambahan, panitia juga membagikan doorprize pertama kepada peserta yang beruntung. Sesi dokumentasi dilakukan oleh tim PDD, sebelum acara formal resmi ditutup oleh MC pada pukul 11.30 WIB. Namun, kemeriahan belum berakhir. Setelah ISHOMA, peserta menikmati pameran UMKM dan hasil karya mahasiswa. Acara kemudian dimeriahkan oleh dance performance, sesi ice breaking, fashion show, serta mini games yang menarik. Para pemenang Fashion Show juga diumumkan dalam sesi khusus, sebelum akhirnya acara ditutup denganpenampilan flashmob yang energik. Dengan berakhirnya rangkaian acara Dies Natalis Pariwisata ke-2, diharapkan semangatkebersamaan, inovasi, dan profesionalisme dalam dunia pariwisata terus tumbuh dikalangan mahasiswa.
Lampung Selatan, 16 Februari 2025 – Program Studi Pariwisata Institut TeknologiSumatra (ITERA) sukses menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) Pariwisata yang berlangsung pada hari ini. Acara ini diikuti oleh beberapa sekolah sekota Bandar Lampung dalam bidang pariwisata, pengatahuan umun serta bahasa inggris. LCC Pariwisata tahun ini mengusung tema “Exploring the Tourism World: An Educational Adventure with ITERA Tourism Department”, sebagai bentuk komitmen ITERA dalam mendukung pengembangan pariwisata yang inovatif dan berkelanjutan. Para peserta diuji dalam berbagai aspek, mulai dari sejarah pariwisata, destinasi unggulan, kebijakan pariwisata, hingga konsep ekowisata dan keberlanjutan.
Lomba ini berlangsung dalam beberapa babak, mulai dari penyisihan, semifinal, hingga final yang mempertemukan tiga tim terbaik. Setelah melalui persaingan yang ketat, Tim SMA Baitul Jannah (A) berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul oleh Tim SMA N 2 Bandar Lampung di posisi kedua dan Tim SMA Baitul Jannah (B) di posisi ketiga. Para pemenang mendapatkan penghargaan berupa sertifikat dan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan pengetahuan mereka. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang tertarik dan berkontribusi dalam pengembangan industri pariwisata Indonesia.
Kegiatan LCC Pariwisata 2025 di Institut Teknologi Sumatra ini mendapat respons positif dari peserta dan civitas akademika.
ITERA NEWS – Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera), Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, telah melantik 20 pejabat baru di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) 1 Itera, pada Jumat, 20 Desember 2024. Di antara pejabat yang dilantik ialah Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera, Arif Rohman, S.T., M.T., yang menggantikan Dr. Rahayu Sulistyorini, S.T., M.T.
Rektor Itera dalam sambutannya mengatakan bahwa pelantikan pejabat baru merupakan strategi dan agenda yang dijalankan untuk mengawal Itera agar menjadi kampus yang besar di masa depan. Tentunya hal itu dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi, dengan strategi yang cerdas, melimpah, dan penuh keharmonisan. Rektor menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepada pejabat baru adalah untuk bersama-sama memajukan kampus Itera.
“Saya diberi amanah untuk mengawal Itera menjadi mandiri. Untuk itu, mari bersama-sama menjalankan organisasi dengan strategi yang cerdas, lincah, dan penuh perhitungan tanpa meninggalkan aspek keharmonisan,” kata Rektor.
Rektor juga mengajak pejabat Itera untuk menjadikan pelantikan pejabat baru sebagai momentum untuk kemajuan Itera. Pejabat baru akan menjadi ujung tombak dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi demi mewujudkan Itera yang kuat, maslahat, dan bermartabat. Pelantikan pejabat baru ini disaksikan oleh Kepala Biro Akademik, Perencanaan, dan Umum, drh. Sri Sulistiawati, M.M., Kepala Bagian Akademik dan Umum, Pujiono, S.Sos., M.M., serta dekan, kepala lembaga, dan pejabat lainnya di lingkungan Itera.
Daftar Nama Pejabat yang Dilantik:
Arif Rohman, S.T., M.T. (Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum)
Roy Candra P Sigalingging, M.Sc., Ph.D. (Dekan Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan)
Muhammad Ulin Nuha, S.T., M.Eng. (Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum, FTIK)
Dr. Muhamad Fatikul Arif, S.T., M.Sc. (Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat)
Dr. Meezan Ardhanu Asagabaldan, S.Pi., M.Si. (Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat)
Dr. Handoyo, S.Si., M.T. (Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran)
Sahid, M.Sc. (Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran)
Harry Yuliansyah, S.T., M.Eng. (Kepala Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi)
Kegiatan kuliah lapangan diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Pariwisata ITERA Angkatan 2023, dengan tujuan kunjungan ke tiga Kabupaten yang ada di Provinsi Lampung, yaitu : Tanggamus, Pringsewu, dan juga Pesawaran dan berlangsung selama tiga hari. Dalam agenda kegiatan ini, juga sertai oleh para dosen Pariwisata : Asep Nurul Ajiid Mustofa S.T., M.T., Mentari Pratami S.Si., M.Si., dan Surya Tri Esthi Wira Hutama S.T., M.PWK sebagai dosen pendamping.
Kegiatan dimulai pada tanggal 21 – 23 Oktober 2024 dengan masing-masing hari memiliki tiga kunjungan daya tarik. Perjalanan menuju daya tarik pertama dimulai pada pukul 06:00 WIB di gerbang utama ITERA menuju Tanggamus, Kota Agung. Selama melakukan kunjungan daya tarik, mahasiswa program studi Pariwisata diminta untuk melakukan wawancara bersama pengelola dan wisatawan, serta melakukan observasi terhadap infrastruktur, tata ruang, dan pengelolaan daya tarik. Di Kota Agung, mahasiswa mengunjungi sebuah daya tarik pelabuhan perikanan lokal dan tenant otak-otak yang tersedia untuk mengumpulkan informasi-informasi yang dibutuhkan.
Selanjutnya, tak jauh dari pelabuhan Kota Agung, daya tarik berikutnya adalah Way Lalaan, tempat wisata air terjun yang berada di Tanggamus dan kunjungan daya tarik ketiga, mahasiswa mengunjungi Desa Tapis Lugusari yang berada di Pringsewu. Di Desa Tapis Lugusari, mahasiswa berbincang dengan pengerajin Tapis mengenai proses pembuatan kriya Tapis khas Lampung, dan juga ikut serta dalam membuat tapis itu sendiri.
Pada hari kedua kegiatan, 22 Oktober 2024, mahasiswa memulai perjalanan dari penginapan Sandrina, menuju daya tarik ke empat, Lanakila Lake di Pringsewu. Disana, mahasiswa kembali melakukan wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data data yang diperlukan. Setelah dari Lanakila Lake, mahasiswa melanjutkan kunjungan ke Lembah Akasia yang berada di Desa Sukoharjo, Pringsewu. Selanjutnya, kunjungan terakhir di hari kedua mahasiswa berkunjung ke Museum Transmigrasi Lampung yang berada di Pesawaran. Mahasiswa mempelajari sejarah dan proses transmigrasi yang terjadi di Provinsi Lampung melalui dokumenter, dimana program transmigrasi pertama kali dilaksanakan tepat di Kecamatan Museum Transmigrasi Lampung di dirikan yaitu Gedong Tataan pada tahun 1905. Setelah menyaksikan dokumenter, mahasiswa dipersilahkan untuk berkeliling museum dan melihat-lihat aset-aset sejarah transmigrasi yang ada.
Setelah berkeliling Museum Transmigrasi Lampung, mahasiswa beristirahat di penginapan Amandadi di Pesawaran. Pada hari terakhir kegiatan 23 Oktober 2024, mahasiswa memulai perjalanan kembali menuju daya tarik ke tujuh Lembah Suhita. Mahasiswa di sini mempelajari seputar habitat beberapa macam lebah di Suhita, tak hanya itu, madu-madu yang dihasilkan oleh lebah-lebah di Suhita dapat di beli dan di bawa kembali pulang sebagai cenderamata khas Suhita. Setelah mengunjungi Lembah Suhita, mahasiswa lalu mengunjungi Pantai Mutun di Pesawaran.
Daya tarik terakhir adalah Youth Camp Tahura. Beberapa mahasiswa melakukan trekking menuju air terjun di Youth Camp Tahura sembari melakukan observasi menganai lingkungan sekitar. Sehabis kunjungan, mahasiswa mulai melakukan perjalanan pulang dan pada pukul 18:00 WIB mahasiswa kembali di gerbang utama ITERA dan beristirahat. Kegiatan kunjungan ini bertujuan untuk memenuhi empat mata kuliah Program Studi Pariwisata di semester 3, yaitu : Daya Dukung Lingkungan Pariwisata, Perencanaan Tata Ruang Pariwisata, Pengembangan Infrastruktur Pariwisata, serta Pariwisata Berkelanjutan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat melakukan observasi, pengumpulan data, hingga pengelolaan yang baik dan tepat sehingga kedepannya mahasiswa dapat terbiasa dengan melakukan pengumpulan dan pengolahan data.
Rabu, 15 Juni 2024 – bertempat di Ruang Dosen, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana telah dilakukan FGD dan Benchmarking Pengembangan Kurikulum Bersama, Kerjasama dan Rencana Program MBKM Prodi S1 Pariwisata bersama Fakultas Pariwisata Udayana, Bali. Program Studi Pariwisata di Universitas Udayana telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam hal penyesuaian kurikulum dan penerapan metode pembelajaran yang inovatif. Melalui penerapan Metode Belajar dan Mengajar Berbasis Kompetensi (MBKM), mahasiswa memiliki kesempatan untuk memperoleh pengalaman praktis melalui magang dan mengembangkan keterampilan wirausaha. Namun, tantangan tetap ada dalam hal penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan lapangan kerja yang dinamis dan peran aktif dalam mendukung lulusan untuk menjadi enterpreneur yang sukses.
Selain itu, kerjasama dengan industri dan pemangku kepentingan eksternal, seperti pemerintah dan industri pariwisata, menjadi bagian integral dari pengembangan program studi. Diskusi dan keterlibatan eksternal memastikan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri dan mempersiapkan lulusan untuk tantangan di lapangan. Dalam konteks ini, mata kuliah pilihan dan penekanan pada pengembangan keterampilan kewirausahaan menjadi strategi yang penting dalam mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja. ada upaya untuk memperkuat aspek penelitian dan praktik lapangan dalam kurikulum, seperti melalui penelitian lapangan, studio, dan magang. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam menangani tantangan di lapangan dan menghasilkan solusi yang inovatif. Dengan demikian, Universitas Udayana terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan pariwisata, memperkuat koneksi dengan industri, dan memastikan lulusan siap bersaing dalam pasar kerja global yang semakin kompetitif.
Kunjungan ke laboratorium pariwisata di Universitas Udayana menjadi salah satu kegiatan penting dalam rangka benchmarking yang dilakukan oleh Program Studi S1 Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Dalam kunjungan ini, tim dari ITERA mendapat kesempatan untuk melihat langsung berbagai fasilitas, teknologi, dan metode pengajaran yang digunakan di laboratorium pariwisata UNUD. Observasi ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana laboratorium dapat dioptimalkan untuk mendukung pembelajaran praktis dan penelitian dalam bidang pariwisata. Dengan mempelajari praktik terbaik yang diterapkan di UNUD, ITERA berencana untuk mengadopsi dan menyesuaikan beberapa elemen penting ini dalam upaya pengembangan dan penyediaan laboratorium pariwisata yang serupa di kampus mereka. Hal ini diharapkan akan meningkatkan kualitas pendidikan dan pengalaman praktis mahasiswa pariwisata di ITERA, sehingga dapat bersaing di industri pariwisata yang semakin kompetitif.
Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sumatra (ITERA) menjalin kerjasama dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) (Astrowisata dan Explorarasi Daya Tarik Wisata yang ada di pulau Sabu dan Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Astrowisata merupakan suatu kegiatan yang menggabungkan antara Pariwisata dengan Astronomi. “Astrowisata memanfaatkan fenomena langit sebagai suatu kegiatan wisata. Salah satu kegiatan Astrowisata yang akan dilakukan di pulau Sabu dan Raijua adalah Starbath”. Starbath merupakan kegiatan dimana wisatawan dapat berbaring disuatu tempat yang gelap sambil melihat bintang dan benda-beda langit.
Kegiatan kolaborasi yang sangat dinantikan antara Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) telah dimulai dengan kedatangan mereka di Pulau Sabu pada hari Selasa, tanggal 30 April 2024. Kedatangan hangat perwakilan tim Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sumatra (ITERA) disambut oleh Bupati Kabupaten Sabu dan Raijua, Drs. Nikodemus N. Rihi Heke, M.Si.
Setelah sambutan hangat dari Bapak Bupati, perwakilan tim ITERA dan ITB melanjutkan kegiatan dengan mengadakan rapat bersama perwakilan dari Dinas Pariwisata setempat di Taman Doa Skyber. Acara rapat ini dimulai pada pukul 13.00-15.00 WITA. Rapat ini dibuka oleh Bapak Dr. Chatief Kunjaya, Mc. Sc yang dengan antusias menyampaikan tujuan dan harapannya untuk mengembangkan astrowisata di Pulau Sabu dan Raijua. Bapak Dr. Chatief Kunjaya, Mc. Sc mengungkapkan bahwa rencana pengembangan Astrowisata ini telah dimulai sejak tahun 2019 bersama dengan Bapak Drs. Zadrach Ledoufij Dupe, M.Si. Awalnya, Pulau Sabu dan Raijua dipilih karena memiliki potensi alam yang luar biasa, tetapi dikarenakan sulitnya akses menuju pulau ini sehingga menjadikan pulau lain yang memiliki akses yang bagus sebagai pulau tujuan. Namun, pada tahun 2024 ini, Pulau Sabu dan Raijua kembali menjadi fokus pengembangan, khususnya sebagai Geopark yang memiliki potensi tidak hanya dalam Astronomi dan Bahari tetapi juga Geologi. Rapat ini dihadiri oleh tim dari ITERA dan ITB yaitu Bapak Asep Nurul Ajiid Mustofa, S.T., M.T. sebagai Kepala Program Studi Pariwisata dan perwakilan pariwisata, Ibu Valendya Rilansari S.P.W.K., M.P.W.K dari bidang Perencana Wilayah Kota (PWK), Ibu Happy Christin Natalia S.T., M.T. dari bidang Geologi, Bapak Angga Jati Widiatama, S.T., M.T. dari bidang Geologi dan Bapak Drs. Zadrach Ledoufij Dupe, M.Si. sebagai warga asli pulau Sabu dan Raijua serta dosen Sains dan Kepelanetan di ITERA. Bapak Dr. Chatief Kunjaya, Mc. Sc memaparkan rencana kegiatan termasuk pelatihan dan koordinasi pada hari Rabu, 1 Mei 2024. Fokusnya adalah pembahasan potensi wisata dan konsep “Starbath” untuk menikmati keindahan langit malam. Selain itu, pembentukan instansi untuk mengatur polusi cahaya juga dibahas, dengan keterlibatan mahasiswa ITB dalam pengukuran dan pelatihan astrowisata. Setelah pemaparan tersebut, terdapat penyampaian materi oleh Bapak Asep Nurul Ajiid Mustofa, S.T., M.T. beliau menjelaskan tentang pelatihan kepariwisataan dan pembentukan sistem pariwisata yang melibatkan masyarakat, terutama Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), untuk pengembangan destinasi wisata di Pulau Sabu dan Raijua.
Pada hari kedua kedatangan tim dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Rabu 1 Mei 2024, telah diadakan rapat di aula dekat kantor Bupati Sabu dan Raijua. Rapat yang diadakan di aula ini dimulai pada pukul 09.00–15.00 WITA. Rapat ini bertujuan untuk menggali potensi Astrowisata dan pengembangan Geopark di Pulau Sabo. Rapat dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama, diikuti oleh penyambutan dari Bapak Asisten Dinas Kepariwisataan. Dalam sambutannya, Bapak Asisten Dinas Kepariwisataan Sabu dan Raijua menyampaikan terkait permasalahan yang ada di Pulau Sabu. Pada awalnya masyarakat Sabu Raijua mengira bahwa kekeringan dan panas yang melanda pulau Sabu dan Raijua sebagai bencana, namun ternyata hal yang mereka kira adalah bencana adalah sebuah anugerah jika dikelola dengan baik.
Pada sesi awal setalah penyambutan dilakukan pemaparan tentang Astrowisata yang disampaikan oleh Bapak Dr. Chatief Kunjaya, Mc. Sc selaku dosen Astronomi dan perwakilan dari Institut Teknolgi Bandung (ITB). Pemaparan ini menyoroti potensi ekonomi dan kecocokan Pulau Sabu sebagai destinasi utama untuk melakukan kegiatan Astrowisata. Meskipun demikian, ditemukan kendala seperti akses yang sulit sehingga mempengaruhi pengembangan Astrowisata di daerah tersebut. Potensi Geopark Pulau Sabu juga dibahas, termasuk daya tarik alam dan budaya seperti Goa dan Pantai-pantai yang menawan. Tantangan seperti infrastruktur dan manajemen limbah perlu diatasi untuk pengembangan yang berkelanjutan.
Pada sesi selanjutnya adalah pemaparan materi mengenai kegiatan Starbath yang disampaikan oleh Bapak Dr. Fargiza Abdan Malikul Mulki, M.Si. selaku dosen dan perwakilan dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Pemaparan materi ini menyoroti tentang kegiatan dan tata cara melakukan Starbath. “Starbath merupakan kegiatan dimana kita dapat berbaring diatas dipan (kasur) sambil memandangi langit malam yang indah” Selain itu disampaikan juga mengenai manfaat dan tata cara melakukan kegiatan Starbath.
Sesi ketiga terdapat penyampaian materi yang disampaikan oleh Bapak Asep Nurul Ajiid Mustofa, S.T., M.T. selaku dosen dan Kepala Program Studi Pariwisata perwakilan dari Institut Teknolgi Sumatra (ITERA). Materi yang disampaikan menyoroti tentang “Peran dan Tugas POKDARWIS”. Dalam pemaparan materi Bapak Asep menjelaskan mengenai tugas dan peran POKDARWIS serta pelatihan TERRA. selain itu juga dipaparkan mengenai Rantai Pariwisata, Pola Prilaku Wisatawan, Karakteristik Wisatawan dan Hubungan antara Host dan Guest.
Materi terakhir merupakan yang disampaikan oleh Bapak Drs. Zadrach Ledoufij Dupe, M.Si. selaku dosen Sains Atmosfer Keplanetan dan perwakilan dari Institut Teknologi Sumatra. Beliau juga merupakan orang asli dari pulau Sabu. Dalam pemaparan materi yang disampaikan beliau, menyoroti dan membahas tentang “Pengaruh Cuaca dan Iklim terhadap kegiatan Astronomi, dengan penekanan pada kecocokan Pulau Sabu sebagai tempat pengamatan karena minimnya curah hujan.
Pada hari Kamis, 2 Mei 2024, tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sumatra (ITERA) mengadakan kegiatan pelatihan bersama dengan masyarakat asli Pulau Sabu Raijua (POKDARWIS). Kegiatan pelatihan ini berlangsung dari pukul 15.00 hingga 21.00 WITA. Pelatihan ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Pantai Rae Mea dan Pantai Napae.
Kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi mengenai bagaimana tata cara melakukan pelayanan (service) yang baik kepada wisatawan. Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dilatih tentang bagaimana cara menjadi “Tour Guide”. Mulai dari bagaimana cara menyambut tamu dari pintu masuk, cara tentang bagaimana sistem grooming yang baik, dan bagaimana cara memandu tamu agar tidak bosan selama melihat kondisi pantai. (Tentunya hal ini disesuaikan dengan ciri khas daerah Sabu. Selain hal tersebut para masyarakat (POKDARWIS) juga dilatih tentang bagaimana cara melakukan kegiatan starbath dan cara menggunakan aplikasi Setllarium untuk mengetahui jenis bintang apa yang dilihat. Kegiatan ini dilakukan dengan mendatangkan wisatawan asli yang sebelumnya sudah diorganisir untuk datang kepantai Rae Mea dan Pantai Napae.
Jumat, 26 April 2024 bertempat Luring (zoom meeting) telah dilakukan Rapat Koordinasi Kerjasama Prodi Pariwisata dengan Ethos Sinergi Indonesia (ESI). ESI merupakan PT yang bergerak pada bidang merupakan penyelenggara kegiatan seperti Outbound, Event Organizer, Gathering, Experiential Learning & Tourism, dan sebagainya. Perjanjian kerja sama lebih kepada tri dharma perguruan tinggi meliputi komponen Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan kepada pihak ESI.
Pihak pertama merupakan Arif Rohman, S.T., M.T. yang merupakan Dekan FTIK yang kali ini diwakilkan oleh Roy Candra P Sigalingging, M.Sc., Ph.D., dan pihak ESI merupakan Bapak M. Syaifullah. Ruang lingkup kerjasama mencakup praktisi mengajar, kuliah tamu, stadium generale, kerjasama bidang Pendidikan, program penelitian Bersama dan program pengabdian kepada Masyarakat. Perjanjian ini berlaku selama jangka waktu 5 (lima) tahun namun dapat terjadi pembatalan perjanjian bila dikehendaki kedua belah pihak.
Jumat, 19 April 2024 – Kegiatan Peningkatan Literasi Pariwisata Digital Melalui Virtual Tourism dibuka oleh Dekan Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan ITERA yaitu Arif Rohman, S.T., M.T., beliau berharap dari kegiatan ini dapat memberikan insight terkait virtual tour yang merupakan sebuah inovasi yang menarik di bidang pariwisata, dan diharapkan dapat membuka peluang baru dalam mengenalkan destinasi wisata kepada masyarakat secara virtual.
Selanjutnya pemaparan materi kuliah umum disampaikan oleh Bapak Fauzan Kautsar selaku Product Development CV Bersukaria Tour. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan Virtual tour berkembang di era pandemi COVID-19 karena kebijakan pemerintah yang melarang kegiatan di luar ruangan, sehingga menjadi cara sederhana untuk menikmati wisata melalui layar kaca. Virtual tour dapat dibagi menjadi dua jenis: live location dan 360°. Pada live location, pemandu wisata berada langsung di tempat wisata yang diinginkan oleh wisatawan. Kelebihannya, wisatawan dapat melihat kondisi secara langsung tanpa diedit sedikitpun. Namun, kelemahannya adalah membutuhkan kualitas perangkat dan koneksi internet yang sangat baik, karena kualitas video sangat bergantung pada hal tersebut. Sedangkan pada jenis 360°, wisata didasarkan pada pemantauan 360° melalui internet. Kekurangannya, wisatawan tidak dapat merasakan pengalaman tur secara langsung. Namun, kelebihannya adalah tur akan lebih mudah berpindah dan melompat dari satu tempat wisata ke tempat wisata lain dengan cepat dan jarak yang lebih jauh.
Pembuatan virtual tour harus dilakukan dengan memperhatikan tingkat realisme yang tinggi. Penjelasannya harus bersifat umum dan disampaikan dengan sangat perlahan. Kita bisa memulai dari bandara dan melanjutkan perjalanan langsung ke tempat wisata yang dituju. Virtual tour dapat dijalankan secara mandiri, di mana wisatawan dapat melakukan perjalanan virtual sendiri dengan mengakses contoh virtual tour museum Sumpah Pemuda di DKI Jakarta melalui situs web yang telah disediakan. Dalam virtual tour museum Sumpah Pemuda di DKI Jakarta, pengunjung akan diberikan penjelasan di beberapa spot yang akan memberikan pengalaman seperti mengunjungi museum secara langsung.
Kemampuan storytelling dalam penyusunan virtual tour menjadi kunci dalam memberikan kepuasan kepada wisatawan, serta membuka akses ke destinasi yang sulit dijangkau, bahkan hingga ke luar angkasa.