Penguatan Pembelajaran Lapangan: Mahasiswa Program Studi Pariwisata ITERA Eksplorasi Ekowisata di Kawasan Taman Nasional Way Kambas

Lampung Timur, 23 April 2026 — Mahasiswa Program Studi Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan kegiatan Kuliah Lapang Kolaboratif untuk mata kuliah Ekowisata dan Pengendalian Pengembangan Pariwisata pada Senin, 20 April 2026 hingga Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK), termasuk desa penyangga, Balai TNWK, instansi terkait, serta beberapa titik kawasan wisata dan konservasi.

Kegiatan kuliah lapang ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami praktik pengelolaan ekowisata, pengembangan pariwisata berbasis kawasan konservasi, serta pengendalian dampak pengembangan pariwisata di wilayah penyangga taman nasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa melakukan observasi lapangan, pengumpulan data, diskusi dengan pihak terkait, serta menyusun rencana program berdasarkan temuan sementara di lapangan.

Pada hari pertama, Senin, 20 April 2026, mahasiswa melakukan keberangkatan menuju lokasi penginapan. Setelah tiba, kegiatan langsung dilanjutkan dengan turun ke lapangan. Beberapa kelompok mahasiswa melakukan observasi dan pengumpulan data di desa penyangga, yaitu Labuhan Ratu VI, Labuhan Ratu VII, Labuhan Ratu IX, dan Labuhan Ratu Induk.

Pada hari kedua, Selasa, 21 April 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pengambilan data lanjutan di desa-desa penyangga, kunjungan ke Balai TNWK, serta koordinasi dengan instansi terkait. Selain itu, mahasiswa juga melakukan observasi ke kawasan Plang Ijo/Rawa Bunder untuk melihat potensi, kondisi lapangan, serta aspek pengelolaan kawasan yang berkaitan dengan ekowisata dan pengendalian pengembangan pariwisata.

Pada hari ketiga, Rabu, 22 April 2026, mahasiswa kembali melakukan pengambilan data tambahan di desa-desa yang masih memerlukan pendalaman informasi. Kegiatan kemudian dilanjutkan ke kawasan PLG (Pusat Latihan Gajah) dan Balai TNWK. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai pengelolaan kawasan konservasi, pemanfaatan ruang wisata, serta tantangan dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas pariwisata dan pelestarian lingkungan

Puncak kegiatan dilaksanakan pada hari keempat, Kamis, 23 April 2026, melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama pihak Balai TNWK. Dalam forum tersebut, beberapa mahasiswa memaparkan hasil sementara kuliah lapang, termasuk temuan lapangan dan rencana program yang disusun berdasarkan hasil observasi. FGD ini menjadi ruang diskusi antara mahasiswa, dosen, dan pihak terkait untuk memberikan masukan terhadap gagasan program yang berorientasi pada penguatan ekowisata dan pengendalian pengembangan pariwisata di sekitar kawasan TNWK.

Kuliah lapang kolaboratif ini menghasilkan luaran utama berupa desain tapak ekowisata pada masing-masing kawasan observasi, yaitu Plang Ijo/Rawa Bunder dan PLG (Pusat Latihan Gajah). Selain itu, luaran dari mata kuliah Pengendalian Pengembangan Pariwisata berupa laporan rekomendasi pengendalian pengembangan pariwisata yang disusun berdasarkan hasil observasi lapangan, pengumpulan data, serta diskusi bersama pihak terkait. Luaran tersebut diharapkan dapat menjadi masukan awal dalam mendukung pengembangan ekowisata yang terarah, berkelanjutan, dan tetap memperhatikan fungsi konservasi kawasan TNWK.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pariwisata ITERA diharapkan dapat memahami bahwa pengembangan ekowisata tidak hanya berfokus pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga harus mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat desa penyangga, serta pengendalian dampak pariwisata terhadap kawasan konservasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

slot depo 5k; slot depo 10k; slot dana; slot88; slot gacor; slot deposit 5000; slot depo 5k; slot gacor; slot gacor; slot gacor; slot gacor