Lampung Selatan, 25 November 2025 – Program Studi Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersama Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kurikulum pada Senin, 24 November 2025 di Kantor Balai TNWK. Kegiatan ini bertujuan memperkuat relevansi kurikulum khususnya Mata Kuliah Ekowisata dan Studio Ekowisata melalui masukan langsung dari pengelola kawasan konservasi. FGD dihadiri oleh tim TNWK dan dosen-dosen Prodi Pariwisata ITERA, di antaranya Dessy Reza Saputri, S.Par., MM.Par., Nana Putri Yanto, M.Sc., Lili Anggraini, M.Par., Ubaid Isna Yudhistira, S.Pd., M.Si., Doni Alfaruqy, M.Pd., serta Fahmi Aziz, S.Si., M.Si.,selaku Koordinator Program Studi Pariwisata dan Sahid, M.Sc selaku Ketua Pelaksana Kegiatan.

Penguatan Ecotourism Engineering dan Kolaborasi Akademik–Industri
Dalam diskusi, TNWK menekankan pentingnya penguatan karakter ITERA dalam bidang ecotourism engineering, mencakup desain kawasan wisata, analisis daya dukung dan daya tampung, serta integrasi ilmu lingkungan dan konservasi. TNWK juga menyoroti perlunya pemutakhiran data kapasitas pengunjung, mitigasi dampak lingkungan akibat aktivitas wisata, serta penerapan manajemen destinasi berbasis keberlanjutan.
Selain aspek teknis, pembahasan juga mencakup pengembangan materi berbasis budaya lokal, keterlibatan masyarakat sekitar, geowisata seperti susur sungai dan bird watching, serta digitalisasi pariwisata melalui pemasaran digital, analisis data wisatawan, virtual tourism, hingga tourism content creation.
Peluang Magang, Penelitian, dan Penyelarasan Regulasi
FGD turut membahas mekanisme kerja sama antara ITERA dan TNWK, termasuk peluang magang mahasiswa, penelitian, serta penyelarasan kurikulum dengan regulasi terbaru seperti P.36 Tahun 2024 mengenai PNBP dan ketentuan penelitian kawasan konservasi.
TNWK juga menegaskan bahwa mahasiswa yang akan melakukan penelitian atau magang wajib membawa surat resmi dari ITERA serta proposal kegiatan untuk dipresentasikan sebelum diterbitkan persetujuan.

Mewujudkan Pembelajaran Berbasis Praktik dan Kebutuhan Lapangan
Kegiatan FGD ini memperkuat komitmen Prodi Pariwisata ITERA untuk menghadirkan pembelajaran berbasis praktik (project-based learning), terutama dalam Studio Ekowisata yang akan dilaksanakan. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi merancang kawasan ekowisata secara profesional mulai dari analisis kawasan, desain tapak, hingga penyusunan dokumen teknis.
Kerja sama strategis dengan TNWK menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa kurikulum pariwisata ITERA tidak hanya teoritis, tetapi selaras dengan kebutuhan industri dan tantangan pengelolaan kawasan konservasi di lapangan.
