Mahasiswa Pariwisata ITERA Gelar Kuliah Lapangan di Pesisir Barat, Susun Arah Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan
Lampung Selatan, 04 Maret 2026 – Program Studi Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) telah melaksanakan Kuliah Lapangan Studio Perencanaan Pariwisata pada tanggal 28 Februari – 07 Maret 2026 di Kabupaten Pesisir Barat. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa sekaligus forum akademik untuk memperkuat arah pengembangan pariwisata daerah.

Dalam FGD bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat, mahasiswa melakukan kajian terhadap empat aspek utama dalam menyusun Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPARDA), yaitu Destinasi, Industri, Pemasaran dan Kelembagaan. Diskusi ini membahas strategi penguatan kelembagaan pariwisata, upaya pemasaran untuk meningkatkan daya tarik wisata, pengembangan destinasi unggulan, serta penguatan industri pariwisata berbasis masyarakat.
Kabupaten Pesisir Barat memiliki 97 potensi daya tarik wisata yang tersebar di 11 kecamatan. Dari jumlah tersebut, terdapat lima destinasi unggulan yang menjadi ikon daerah, yakni Pantai Mandiri, Goa Matu, Pulau Pisang, Labuhan Jukung, dan Pantai Tanjung Setia. Kelima destinasi ini dikenal memiliki daya tarik yang khas, mulai dari wisata bahari, budaya, hingga ekowisata, dengan Pantai Tanjung Setia yang mendunia sebagai salah satu lokasi selancar terbaik.

Kegiatan Kuliah Lapangan Studio Perencanaan Pariwisata di Kabupaten Pesisir Barat telah berjalan dengan baik dan interaktif. Program Studi Pariwisata ITERA menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kurikulum agar selaras dengan kebutuhan industri, dan arah pembangunan berkelanjutan. Fokus kegiatan ini diarahkan pada empat aspek utama dalam RIPARDA yaitu Destinasi Industri, Pemasaran, dan Kelembagaan, yang menjadi pilar pengembangan pariwisata di Pesisir Barat. Melalui kerja sama yang terjalin antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat di 11 kecamatan, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan dan rekomendasi yang memperkuat posisi pariwisata Pesisir Barat sebagai sektor unggulan daerah.
