Hari: 31 Maret 2026

Program Studi Pariwisata ITERA Dukung Event SENTRA sebagai Wadah Edukasi, Kreativitas, dan Penguatan Pariwisata Berbasis Komunitas

Lampung Selatan, Maret 2026 – Program Studi Pariwisata, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK), Institut Teknologi Sumatera (ITERA) turut berperan aktif dalam mendukung penyelenggaraan dua event yang diinisiasi oleh Sumatera Economic Network for Trade and Relations (SENTRA), yaitu SENTRA Kids Fest 2026 serta kegiatan penguatan kolaborasi bersama UMKM dan masyarakat.

Keterlibatan Program Studi Pariwisata dalam kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik (experiential learning), khususnya dalam pengembangan event pariwisata, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi kreatif berbasis lokal.

Salah satu kegiatan utama, SENTRA Kids Fest: Kreasi Ceria Anak Hebat yang diselenggarakan pada 8 Maret 2026, menghadirkan konsep edutourism (wisata edukasi) yang menyasar anak-anak usia 3–12 tahun. Mengusung tema “Menumbuhkan Kreativitas, Kepercayaan Diri, dan Nilai Islami di Bulan Ramadhan”, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran berbasis budaya dan nilai-nilai lokal.

Berbagai lomba seperti Fashion Show Tokoh Islam dan Pidato Cilik (Pidacil) menjadi bagian dari atraksi wisata berbasis event yang mampu menciptakan pengalaman (tourist experience), sekaligus memperkenalkan konsep pariwisata ramah anak (child-friendly tourism). Dalam perspektif pariwisata, kegiatan ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai event tematik yang dapat menarik kunjungan wisatawan lokal.

Selain itu, keterlibatan UMKM dalam kegiatan SENTRA menjadi bagian dari penguatan industri pariwisata, khususnya pada sektor ekonomi kreatif. Mahasiswa Pariwisata ITERA berkesempatan untuk mengamati secara langsung bagaimana kolaborasi antara event, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai perencanaan dan pelaksanaan event, tetapi juga memahami keterkaitan antara destinasi, industri, pemasaran, dan kelembagaan sebagai pilar utama dalam pengembangan pariwisata. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk mengasah kompetensi mahasiswa dalam manajemen event, hospitality, serta pengembangan produk wisata.

Program Studi Pariwisata ITERA menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kegiatan kolaboratif yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kegiatan SENTRA ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan event pariwisata berbasis komunitas (community-based tourism) yang tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga edukasi dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Ke depan, sinergi antara Program Studi Pariwisata, SENTRA ITERA, pemerintah, dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat guna menciptakan inovasi dalam pengembangan pariwisata yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan.

Categories: Berita Kegiatan

Perkuat Perencanaan Pariwisata Daerah, Mahasiswa Prodi Pariwisata ITERA Lakukan Studi Lapangan di Pesisir Barat

Mahasiswa Pariwisata ITERA Gelar Kuliah Lapangan di Pesisir Barat, Susun Arah Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

Lampung Selatan, 04 Maret 2026 – Program Studi Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) telah melaksanakan Kuliah Lapangan Studio Perencanaan Pariwisata pada tanggal 28 Februari – 07 Maret 2026 di Kabupaten Pesisir Barat. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa sekaligus forum akademik untuk memperkuat arah pengembangan pariwisata daerah.

Dalam FGD bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat, mahasiswa melakukan kajian terhadap empat aspek utama dalam menyusun Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPARDA), yaitu Destinasi, Industri, Pemasaran dan Kelembagaan. Diskusi ini membahas strategi penguatan kelembagaan pariwisata, upaya pemasaran untuk meningkatkan daya tarik wisata, pengembangan destinasi unggulan, serta penguatan industri pariwisata berbasis masyarakat.

Kabupaten Pesisir Barat memiliki 97 potensi daya tarik wisata yang tersebar di 11 kecamatan. Dari jumlah tersebut, terdapat lima destinasi unggulan yang menjadi ikon daerah, yakni Pantai Mandiri, Goa Matu, Pulau Pisang, Labuhan Jukung, dan Pantai Tanjung Setia. Kelima destinasi ini dikenal memiliki daya tarik yang khas, mulai dari wisata bahari, budaya, hingga ekowisata, dengan Pantai Tanjung Setia yang mendunia sebagai salah satu lokasi selancar terbaik.

Kegiatan Kuliah Lapangan Studio Perencanaan Pariwisata di Kabupaten Pesisir Barat telah berjalan dengan baik dan interaktif. Program Studi Pariwisata ITERA menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kurikulum agar selaras dengan kebutuhan industri, dan arah pembangunan berkelanjutan. Fokus kegiatan ini diarahkan pada empat aspek utama dalam RIPARDA yaitu Destinasi Industri, Pemasaran, dan Kelembagaan, yang menjadi pilar pengembangan pariwisata di Pesisir Barat. Melalui kerja sama yang terjalin antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat di 11 kecamatan, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan dan rekomendasi yang memperkuat posisi pariwisata Pesisir Barat sebagai sektor unggulan daerah.

Categories: Akademik Berita Kegiatan

Prodi Pariwisata, Eksplorasi Potensi dan Penyusunan Basis Data Pariwisata Berkelanjutan melalui Studio Perencanaan Pariwisata di Kabupaten Lampung Barat

Mahasiswa Pariwisata ITERA Sukses Laksanakan Survei Lapangan untuk Perencanaan Pariwisata Berkelanjutan di Lampung Barat

Lampung Selatan, 10 Maret 2026 – Mahasiswa Program Studi Pariwisata, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK), Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang tergabung dalam kegiatan Studio Perencanaan Pariwisata telah sukses melaksanakan survei lapangan di Kabupaten Lampung Barat pada tanggal 28 Februari hingga 7 Maret 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun basis data yang komprehensif sebagai dasar perencanaan pariwisata berkelanjutan di wilayah Lampung Barat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan identifikasi terhadap empat aspek utama pengembangan pariwisata, yaitu destinasi, industri, pemasaran, dan kelembagaan.

Selama kegiatan berlangsung, tim mahasiswa berhasil mengidentifikasi dan memverifikasi sebanyak 97 daya tarik wisata serta 57 unit industri pariwisata yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Lampung Barat. Data yang diperoleh mencakup potensi wisata alam, budaya, hingga wisata petualangan yang menjadi keunggulan daerah yang dikenal sebagai “Bumi Sekala Bekhak”.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan koordinasi aktif dengan pemerintah daerah. Pada 2 Maret 2026, mahasiswa melakukan audiensi dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (DISPORAPAR) Kabupaten Lampung Barat. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara akademisi dan pemerintah dalam validasi data kebijakan, termasuk dokumen Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA).

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengidentifikasi potensi dan kondisi eksisting, tetapi juga menganalisis berbagai tantangan dalam pengembangan sektor pariwisata. Hasil survei diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai peluang pengembangan destinasi wisata serta menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi perencanaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Kabupaten Lampung Barat memiliki kekayaan potensi wisata yang beragam. Dengan pengelolaan yang optimal, sektor ini diyakini mampu menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Kegiatan Studio Perencanaan Pariwisata ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik berbasis praktik bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata dunia pendidikan dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah. Melalui kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan hasil kegiatan ini dapat menjadi referensi strategis dalam memajukan pariwisata Kabupaten Lampung Barat agar semakin dikenal luas.

Categories: Akademik Berita Kegiatan