Lampung Selatan | 7 OKTOBER 2025
Program Studi Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu bertema “Menyelam, Merencanakan, Menginspirasi: Integrasi Diving, Konservasi, dan Perencanaan Pariwisata”. Kegiatan ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Pengantar Perencanaan Pariwisata (PAR25-11007) dan diikuti oleh sekitar 75 mahasiswa angkatan awal secara daring melalui Google Meet.
Acara ini menghadirkan praktisi profesional pariwisata, yakni Founder sekaligus Instruktur Diving tersertifikasi dari Gajah Laut Dive Centre, sebuah lembaga pelatihan dan operator wisata selam terkemuka di Provinsi Lampung yang juga menaungi beberapa subsidiary company di bidang wisata bahari dan edukasi kelautan. Kegiatan berlangsung selama dua jam, dihadiri oleh para dosen pengampu mata kuliah, dan berjalan dalam suasana diskusi aktif dan interaktif. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pengalaman nyata yang dibagikan narasumber, khususnya mengenai bagaimana perencanaan pariwisata minat khusus seperti diving menuntut keseimbangan antara aspek keselamatan, pengalaman wisatawan, tata kelola destinasi, dan konservasi lingkungan pesisir.
Highlight Materi dan Relevansi Akademik
Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa sektor special interest tourism (SIT) seperti diving memiliki nilai ekonomi tinggi, namun juga risiko ekologis besar jika tidak direncanakan secara matang. Oleh karena itu, perencanaan pariwisata dalam konteks ini tidak hanya menyangkut desain produk wisata, tetapi juga mencakup:
1. Perencanaan produk dan operasional – mencakup penyusunan itinerary, pembatasan carrying capacity, profiling divers, standar keselamatan (rasio instruktur 1:4 atau 1:2), hingga first-aid dan emergency plan.
2. Tata kelola dan model bisnis – pentingnya kemitraan antar dive center, keseragaman standar layanan, serta penetapan harga berbasis quality assurance.
3. Keberlanjutan dan eduwisata – menghubungkan kegiatan diving dengan konservasi dan penelitian biota laut melalui program edukatif seperti fish & coral ID. 4. Studi Kasus Lampung – penerapan model bisnis berbasis kemitraan komunitas dan konservasi partisipatif di beberapa lokasi penyelaman di Lampung
Peluang Diving di Perairan Lampung
Narasumber menjelaskan bahwa perairan Lampung memiliki potensi luar biasa sebagai destinasi diving kelas nasional dan bahkan internasional. Dengan kondisi geografis yang kaya akan terumbu karang dan biodiversitas laut, Lampung menyimpan lebih dari 40 titik penyelaman potensial di sekitar Teluk Lampung, Pulau Pahawang, Kelagian, dan Tegal Mas. Namun, potensi tersebut belum dioptimalkan secara maksimal karena masih terbatasnya infrastruktur pendukung, regulasi daya dukung wisata, dan kapasitas SDM lokal.
Dalam pengalamannya sebagai instruktur profesional dan pengelola Gajah Laut Dive Centre, pembicara menegaskan pentingnya perencanaan berbasis data untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan wisata dan konservasi. Beliau menjelaskan bahwa setiap situs selam memerlukan analisis daya dukung, sistem rotasi penyelaman, serta edukasi kepada wisatawan agar tidak merusak biota laut. Melalui pendekatan ini, industri diving di Lampung tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat citra Lampung sebagai destinasi wisata bahari berkelanjutan.
Pesan Kunci: Pentingnya Perencanaan dalam Pariwisata Minat Khusus
Melalui pengalaman profesionalnya, narasumber menegaskan bahwa perencanaan merupakan fondasi utama dalam keberhasilan wisata minat khusus seperti diving. Tanpa perencanaan berbasis data—meliputi analisis risiko, daya dukung lokasi, dan etika penyelaman—aktivitas wisata selam dapat menimbulkan kerusakan permanen pada ekosistem laut. Karena itu, kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, operator wisata, dan komunitas lokal menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang.
Beliau juga menekankan bahwa pendekatan perencanaan berkelanjutan bukan hanya untuk melindungi alam, tetapi juga sebagai strategi bisnis jangka panjang. Ketika konservasi menjadi bagian integral dari desain produk wisata, kepercayaan wisatawan meningkat, nilai jual destinasi naik, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal pun terjaga.
Antusiasme Mahasiswa dan Dosen
Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan minat besar mahasiswa terhadap praktik perencanaan wisata berbasis konservasi. Mahasiswa aktif bertanya tentang potensi integrasi citizen science dalam destinasi wisata bahari Lampung, serta peluang karier di bidang eco-diving management. Para dosen pengampu yaitu Isye Susana Nurhasanah, S.T., M.Si(Han), PhD, Asep Nurul Ajiid Mustofa, S.T., M.T. dan Ajeng Handayani Utami, S.P., M.PWK, menilai kegiatan ini sebagai pembelajaran autentik yang memperkuat keterkaitan antara teori perencanaan pariwisata dan praktik profesional di lapangan.
Kuliah tamu ini menjadi wujud komitmen Program Studi Pariwisata ITERA dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui interaksi langsung dengan pelaku industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memahami bahwa perencanaan pariwisata tidak sekadar merancang atraksi, tetapi juga mengintegrasikan dimensi ekonomi, sosial, dan ekologi dalam satu kerangka keberlanjutan yang utuh.
