Mahasiswa Pariwisata ITERA Kembangkan Aplikasi Eduwisata Berbasis Augmented Reality di Kebun Raya Itera

Lampung Selatan, 20 Oktober 2025, tim mahasiswa Program Studi Pariwisata Institut Teknologi Sumatera (Itera)—yang beranggotakan Muhammad Alfazri, Kuta Dewata Realino Marpaung, Karima Zahrani Rahman, Vinola Cahyanti, dan Alan Muslih Pratama Dongoran—berhasil mengembangkan prototipe aplikasi eduwisata berbasis Augmented Reality (AR) bernama Amara Patra. Penelitian ini dilaksanakan di bawah bimbingan Sahid, M.Sc., dan merupakan bagian dari program hibah penelitian mahasiswa Itera Tahun 2025. Proyek ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Prodi Pariwisata Itera mampu mengintegrasikan teknologi digital ke dalam kegiatan edukasi dan pariwisata secara inovatif.

Aplikasi Amara Patra hadir sebagai solusi untuk meningkatkan penyampaian informasi flora di Kebun Raya Itera, yang berfungsi sebagai pusat konservasi, edukasi, penelitian, sekaligus tujuan wisata. Informasi flora selama ini disajikan melalui papan nama dan barcode statis yang terbatas dalam memberikan pengalaman belajar yang mendalam. Melalui teknologi AR, pengunjung kini dapat melihat model 3D tanaman secara langsung melalui gawai mereka, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik, imersif, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan, termasuk pelajar dan wisatawan. Selain menampilkan objek tiga dimensi, aplikasi ini juga memungkinkan pengguna mengakses informasi lengkap mengenai tanaman tersebut, mulai dari nama, klasifikasi, fungsi, hingga karakteristik flora, sehingga pengalaman eduwisata menjadi lebih komprehensif dan bermakna.

Hasil penelitian mengungkapkan tingginya kebutuhan pengunjung terhadap media pembelajaran yang lebih modern dan menarik. Sebanyak 90,3% responden menilai tampilan visual yang jelas sangat membantu dalam memahami informasi tanaman. Selain itu, 93,5% responden merasa pembelajaran lebih efektif ketika disajikan melalui kombinasi teks, gambar, dan video, sedangkan 80,6% responden menyatakan preferensi terhadap media interaktif seperti AR dibandingkan barcode konvensional. Aplikasi Amara Patra juga memperoleh tingkat penerimaan pengguna (UAT) sebesar 76,03%, yang menunjukkan bahwa aplikasi ini diterima dengan baik dan berpotensi kuat digunakan sebagai media pendukung eduwisata berbasis teknologi di Kebun Raya Itera.

memungkinkan objek tanaman 3D muncul saat kamera diarahkan pada marker atau permukaan tertentu, serta Fitur Informasi Tanaman yang menyajikan deskripsi mengenai setiap flora yang ditampilkan. Prototipe awal mencakup model 3D Bunga Terompet, Kamboja, dan Bunga Matahari. Keberhasilan ini menunjukkan kesiapan aplikasi untuk dikembangkan lebih lanjut, baik dalam jumlah konten, fitur, maupun penyempurnaan visual.

Dengan hadirnya Amara Patra, mahasiswa Pariwisata Itera telah membuktikan kemampuan mereka dalam memadukan pengetahuan pariwisata dengan inovasi digital. Inisiatif ini tidak hanya menghadirkan media edukasi yang lebih menarik dan efektif, tetapi juga memperkuat peran Kebun Raya Itera sebagai destinasi eduwisata modern, interaktif, dan berkelanjutan yang relevan dengan perkembangan teknologi masa kini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *