Lampung Selatan, 1 November 2025 – Mahasiswa Program Studi Pariwisata, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan, ITERA sukses melaksanakan kegiatan Kuliah Lapangan Studio Manajemen Proyek Pariwisata dengan dosen pengampu Rahmattullah Harianja, S.T.Par., M.M., dan Dessy Reza Saputri, S.Par., MM.Par. dikawasan Dermaga Bom Kalianda, Lampung Selatan. Kegiatan yang berlangsung sejak 27 – 31 Oktober 2025 ini menjadi kolaborasi besar antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat pesisir untuk menghidupkan kembali kawasan yang sempat mengalami penurunan aktivitas wisata. Melalui dua rangkaian utama, yaitu program revitalisasi sosial kawasan Dermaga Bom dan Festival Seni bertajuk Festival BoomBomb 2025, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan teori manajemen proyek pariwisata, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kebersihan, estetika, ekonomi kreatif, dan kesadaran budaya masyarakat sekitar.

Revitalisasi Sosial Dermaga Bom: Menghidupkan Kembali Ruang Publik Pesisir
Kegiatan revitalisasi sosial yang dilakukan oleh kelas RB Program Studi Pariwisata ITERA bertujuan untuk
mengembalikan fungsi Dermaga Bom sebagai kawasan wisata. Selama 4 hari, mahasiswa bersama Dinas
Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan, PDAM, dan berbagai instansi lainnya melaksanakan aksi clean-
up, perbaikan fasilitas umum, dan penataan area publik. Revitalisasi sosial ini meliputi pembersihan area
amphitheater, landmark, lorong UMKM, lapangan parkir, hingga panggung utama yang lama tidak digunakan.
Mahasiswa juga melakukan pemasangan lampu jalan dan mendukung perbaikan saluran air agar kawasan
lebih aman dan nyaman dikunjungi. Selain kegiatan fisik, mahasiswa menyusun rancangan revitalisasi digital
menggunakan aplikasi SketchUp yang menampilkan konsep penataan ulang kawasan pesisir berbasis
keberlanjutan dan ekonomi kreatif. Desain tersebut menonjolkan area kuliner laut, jalur pedestrian, serta
ruang interaksi sosial yang ramah lingkungan. Kegiatan ini juga menumbuhkan pengalaman profesional bagi
mahasiswa. Mereka terlibat langsung dalam observasi lapangan, perencanaan, dan koordinasi lintas sektor.


Festival Seni BoomBomb 2025: Kolaborasi Seni dan Budaya Lokal | Sebagai puncak kegiatan, mahasiswa menyelenggarakan Festival Seni bertajuk Festival BoomBomb 2025 pada tanggal 31 Oktober 2025 di area amphitheater dan panggung Dermaga Bom. Festival ini mengangkat semangat dayatarik wisata pesisir melalui perayaan seni, budaya, dan kuliner khas Lampung Selatan. Festival yang berlangsung meriah ini menampilkan berbagai kegiatan, seperti live cooking Gulai Taboh, lomba mewarnai anak-anak, pertunjukan tari tradisional, drama musikal “12 Tuping Pudak”, hingga live music dari pelajar SMA dan SMK setempat. Tidak kurang dari 20 pelaku UMKM lokal turut berpartisipasi, menyajikan aneka kuliner pesisir dan produk kerajinan masyarakat. Konsep festival dirancang dengan tujuan memperkuat identitas budaya Lampung Selatan sekaligus mendorong ekonomi kreatif masyarakat pesisir. Dukungan penuh datang dari Dinas Lingkungan Hidup, Polres Lampung Selatan, DPRD, dan Karang Taruna setempat yang ikut membantu keamanan serta logistik kegiatan. “Festival BoomBomb bukan hanya ajang hiburan, tetapi momentum kebangkitan kawasan Dermaga Bom sebagai ruang budaya dan ekonomi rakyat,” ungkap salah satu panitia mahasiswa.

Capaian dan Dampak Nyata
Dari hasil evaluasi kegiatan, baik program revitalisasi maupun festival berhasil mencapai lebih dari 97% target
kinerja. Seluruh indikator, mulai dari keterlibatan masyarakat, kolaborasi lintas instansi, hingga keberhasilan
pelaksanaan acara, menunjukkan hasil optimal.
- Enam instansi pemerintah terlibat aktif dalam mendukung kegiatan.
- Enam kali aksi clean up dilaksanakan, melebihi target awal empat kali.
- Kondisi kawasan Dermaga Bom kini lebih bersih, tertata, dan nyaman.
- Partisipasi UMKM dan komunitas seni lokal mencapai 100% dari target yang direncanakan.
- Dampak kegiatan tidak hanya terlihat dari aspek fisik, tetapi juga sosial dan edukatif. Masyarakat sekitar kini memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap kebersihan dan potensi wisata kawasan. Mahasiswa pun mengalami peningkatan signifikan dalam kompetensi profesional, mulai dari perencanaan proyek, komunikasi publik, hingga kepemimpinan dan kerja sama tim.
- Selain itu, kegiatan ini berhasil mengembalikan fungsi amphitheater dan panggung kesenian Dermaga Bom yang sempat tidak aktif. Pertunjukan seni lokal selama festival menjadi bukti bahwa ruang budaya tersebut kembali hidup dan menjadi pusat interaksi masyarakat.
Sinergi Akademik dan Industri Pariwisata
Kegiatan revitalisasi dan Festival Seni BoomBomb menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan
industri pariwisata. ITERA berperan sebagai fasilitator pengembangan destinasi berbasis penelitian dan
pemberdayaan, sementara masyarakat dan pelaku usaha lokal menjadi mitra implementatif di lapangan.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat berperan aktif dalam penguatan ekonomi daerah
melalui inovasi dan kerja nyata mahasiswa. Dengan melibatkan komunitas seni, UMKM, dan pemerintah
daerah, kegiatan ini menjadi model ideal project-based learning yang selaras dengan prinsip Tri Dharma
Perguruan Tinggi. “Kerja sama seperti ini perlu dijadikan agenda tahunan. Selain menjadi laboratorium pembelajaran, kegiatan
ini mampu mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat,” ujar salah satu pelaku seni Kota Kalianda.
Keberhasilan mahasiswa pariwisata ITERA dalam menghidupkan kembali Dermaga Bom Kalianda melalui
revitalisasi sosial dan festival seni membuktikan bahwa generasi muda mampu menjadi motor penggerak
perubahan dalam sektor pariwisata. Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian lingkungan,
kegiatan ini menjadi contoh nyata penerapan ilmu di dunia nyata sekaligus kontribusi akademik terhadap
pembangunan daerah. Melalui kegiatan ini, Dermaga Bom Kalianda tidak lagi sekadar pelabuhan pendaratan
ikan, tetapi berubah menjadi simbol kebangkitan pariwisata berbasis budaya, lingkungan, dan komunitas
pesisir Kota Kalianda.
