Senin, Tanggal 27 Februari 2023 bertempat di Ruang 105, Gedung F telah dilakukan FGD Kurikulum Pariwisata. Tri dharma Perguruan Tinggi meliputi Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Ketiga komponen darma tersebut membutuhkan dukungan agar terlaksana melalui layanan pendidikan. Sebuah kampus untuk dapat menjaga keberlangsungannya harus selalu dikembangkan. Pengembangan dapat dilakukan dengan dua cara yakni pertama meningkatkan kualitas program studi yang ada dikampus tersebut, kedua membuka program studi baru. Dalam proses pembukaan program studi baru di Institut Teknologi Sumatera yakni Prodi Pariwisata maka dibutuhkan kegiatan Focus Group Discussion yang selanjutnya disebut FGD guna melakukan pengumpulan pendapat, ide, dan masukan-masukan dari berbagai pihak di Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (JTIK) ITERA.

Pemaparan pertama dibuka oleh Rifqi Asy’ari, S.Par., M.Par., selaku dosen Prodi Pariwisata. Beliau menyampaikan hal – hal terkait dengan penjelasan awal terkait program studi, urgensi pendirian prodi, pemaparan visi misi prodi, pengenalan KK, pemaparan capaian pembelajaran lulusan dan masih banyak lainnya.
Masukan dari berbagai peserta FGD diantaranya, Ibu Melani (LP3M) memberikan masukan terhadap struktur setiap semester maksimal 20 SKS, dimana secara peraturan akademik mahasiswa dengan IPK dibawah 2,75 maksimal hanya 20 SKS dan diharapkan setiap semester maksimal 20 SKS (kurikulum panduan kurikulum berbasis MBKM). Selanjutnya, ada masukan dari Bapak Arif Rohman (Dekan JTIK) memberi masukan pada dokumen di sebaran mata kuliah tiap semester untuk menggunakan bahasa indonesia saja agar dokumen bersifat konsisten. Pembuatan sebaran mata kuliah tiap semester harus menempatkan mata kuliah sesuai dengan aturan sehingga mahasiswa dapat lulus dengan waktu 4 tahun. Sehingga, penempatan mata kuliah pilihan dapat diletakkan di semester 6 dan 7 sehingga mata kuliah Proposal Penelitian dapat diletakkan di semester lain tidak pada semester 8.

Fokusnya Pariwisata adalah perencanaan destinasi namun tetap mempelajari terkait hospitality (pelayanan), sehingga membutuhkan bantuan dan kerjasama dari seluruh prodi-prodi di ITERA. Dokumen-dokumen yang disusun oleh prodi Pariwisata diharapkan untuk konsisten sehingga dapat diubah manjadi bahasa Indonesia agar pembaca dapat memahami dokumen dengan mudah. Pembuatan sebaran mata kuliah tiap semester harus menempatkan mata kuliah sesuai dengan aturan sehingga mahasiswa dapat lulus dengan waktu 4 tahun. Sehingga, penempatan mata kuliah pilihan dapat diletakkan di semester 6 dan 7 sehingga mata kuliah Proposal Penelitian dapat diletakkan di semester lain tidak pada semester 8.

Program MBKM bila memang diletakkan di semester 6 dan 7 dapat ditaruh mata kuliah yang mampu mengaktifkan mata kuliah di semester tersebut seperti SG, KKN, Kepemimpinan, Studi Mandiri dan lain sebagainya, selain itu 11 mata kuliah tidak wajib dapat dimasukkan di semester 6 dan 7 agar tidak merusak mata kuliah wajib. Dalam penyusunan dokumen kurikulum sebaiknya dipisahkan dahulu antara mata kuliah wajib dan mata kuliah piliuhan sehingga mahasiswa dapat mengambil semua mata kuliah core Pariwisata. Selain itu, hal ini dapat membantu dalam penyusunan dokumen kurikulum kedepannya.
