
Kegiatan kuliah lapangan diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Pariwisata ITERA Angkatan 2023, dengan tujuan kunjungan ke tiga Kabupaten yang ada di Provinsi Lampung, yaitu : Tanggamus, Pringsewu, dan juga Pesawaran dan berlangsung selama tiga hari. Dalam agenda kegiatan ini, juga sertai oleh para dosen Pariwisata : Asep Nurul Ajiid Mustofa S.T., M.T., Mentari Pratami S.Si., M.Si., dan Surya Tri Esthi Wira Hutama S.T., M.PWK sebagai dosen pendamping.

Kegiatan dimulai pada tanggal 21 – 23 Oktober 2024 dengan masing-masing hari memiliki tiga kunjungan daya tarik. Perjalanan menuju daya tarik pertama dimulai pada pukul 06:00 WIB di gerbang utama ITERA menuju Tanggamus, Kota Agung. Selama melakukan kunjungan daya tarik, mahasiswa program studi Pariwisata diminta untuk melakukan wawancara bersama pengelola dan wisatawan, serta melakukan observasi terhadap infrastruktur, tata ruang, dan pengelolaan daya tarik. Di Kota Agung, mahasiswa mengunjungi sebuah daya tarik pelabuhan perikanan lokal dan tenant otak-otak yang tersedia untuk mengumpulkan informasi-informasi yang dibutuhkan.

Selanjutnya, tak jauh dari pelabuhan Kota Agung, daya tarik berikutnya adalah Way Lalaan, tempat wisata air terjun yang berada di Tanggamus dan kunjungan daya tarik ketiga, mahasiswa mengunjungi Desa Tapis Lugusari yang berada di Pringsewu. Di Desa Tapis Lugusari, mahasiswa berbincang dengan pengerajin Tapis mengenai proses pembuatan kriya Tapis khas Lampung, dan juga ikut serta dalam membuat tapis itu sendiri.

Pada hari kedua kegiatan, 22 Oktober 2024, mahasiswa memulai perjalanan dari penginapan Sandrina, menuju daya tarik ke empat, Lanakila Lake di Pringsewu. Disana, mahasiswa kembali melakukan wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data data yang diperlukan. Setelah dari Lanakila Lake, mahasiswa melanjutkan kunjungan ke Lembah Akasia yang berada di Desa Sukoharjo, Pringsewu. Selanjutnya, kunjungan terakhir di hari kedua mahasiswa berkunjung ke Museum Transmigrasi Lampung yang berada di Pesawaran. Mahasiswa mempelajari sejarah dan proses transmigrasi yang terjadi di Provinsi Lampung melalui dokumenter, dimana program transmigrasi pertama kali dilaksanakan tepat di Kecamatan Museum Transmigrasi Lampung di dirikan yaitu Gedong Tataan pada tahun 1905. Setelah menyaksikan dokumenter, mahasiswa dipersilahkan untuk berkeliling museum dan melihat-lihat aset-aset sejarah transmigrasi yang ada.
Setelah berkeliling Museum Transmigrasi Lampung, mahasiswa beristirahat di penginapan Amandadi di Pesawaran. Pada hari terakhir kegiatan 23 Oktober 2024, mahasiswa memulai perjalanan kembali menuju daya tarik ke tujuh Lembah Suhita. Mahasiswa di sini mempelajari seputar habitat beberapa macam lebah di Suhita, tak hanya itu, madu-madu yang dihasilkan oleh lebah-lebah di Suhita dapat di beli dan di bawa kembali pulang sebagai cenderamata khas Suhita. Setelah mengunjungi Lembah Suhita, mahasiswa lalu mengunjungi Pantai Mutun di Pesawaran.
Daya tarik terakhir adalah Youth Camp Tahura. Beberapa mahasiswa melakukan trekking menuju air terjun di Youth Camp Tahura sembari melakukan observasi menganai lingkungan sekitar. Sehabis kunjungan, mahasiswa mulai melakukan perjalanan pulang dan pada pukul 18:00 WIB mahasiswa kembali di gerbang utama ITERA dan beristirahat. Kegiatan kunjungan ini bertujuan untuk memenuhi empat mata kuliah Program Studi Pariwisata di semester 3, yaitu : Daya Dukung Lingkungan Pariwisata, Perencanaan Tata Ruang Pariwisata, Pengembangan Infrastruktur Pariwisata, serta Pariwisata Berkelanjutan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat melakukan observasi, pengumpulan data, hingga pengelolaan yang baik dan tepat sehingga kedepannya mahasiswa dapat terbiasa dengan melakukan pengumpulan dan pengolahan data.




